-->

BREAKING NEWS

Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka Ekspose Perlindungan Ekosistem Gambut(RPPEG)

Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka Ekspose Perlindungan Ekosistem Gambut(RPPEG)

 


Foto Inro, Kadis Lingkungan Hidup Berikan Kata Sambutan.

Jambi, Jambiekspose.net -- Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar kegiatan Ekspose Rencana Perlindungan dan pengelolaan Ekosistem Gambut.

Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh Ir. Sri Argunaini, M.Si, Kadis Lingkungan Hidup Rabu(08/12/2021) Hotel Aston Kota Jambi.

Turut mendampingi  Sekretaris Kehutanan Provinsi Jambi, Yazel Fatra.SP, Kabid PPKL, Dr. Hj. Asnelly Ridha Daulay, M.Nat.Res.Ecs.

Dikatakan oleh Sri Argunaini, Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut merupakan upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan Fungsi Ekosistem Gambut dan mencegah terjadinya kerusakan Ekosistem Gambut yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakan hukum.

 

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2016 bahwa pemerintah provinsi diamanatkan untuk menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut provinsi dengan mengacu pada Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Nasional dan peta fungsi Ekosistem Gambut provinsi. 

 

"Penyusunan Rencana Perlindungan dan

Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Provinsi Jambi dilaksanakan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 60 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyusunan, Penetapan, dan Perubahan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut,"jelasnya.


Dimana Permen LH yang saat ini telah sampai pada tahap penyusunan data pendahuluan serta inventarisasi isu-isu strategis tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut di Provinsi Jambi. 


"Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan Fungsi Ekosistem Gambut dan mencegah terjadinya kerusakan Ekosistem Gambut yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakan hukum,"ucapnya.

 

"Dimana di sampaikan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jambi tadi bahwa ini untuk program 30 tahun ke depan, dan di akhir tahun 2021 merupakan penyusunan laporan ekspose,"paparnya.





Ditambahkan oleh Yazel Fatra, Bahwa Provinsi Jambi pernah menyumbang akan kabur ASAP yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan.


"Dimana Provinsi Jambi termasuk diperhatikan oleh Pusat bukan karena lahan gambut luas secara Nasional, dikarenakan Provinsi Jambi mempunyai lahan gambut di lima Kabupaten, Tanjab Barat, Tanjab Timur, Muaro Jambi, Sarolangun dan Merangin," jelasnya.


Di Provinsi Jambi diberikan target dalam penyusunan berupa laporan pendahuluan dokumen rencana perlindungan dan pengelolaan Ekosistem Gambut(RPPEG).


"RPPEG untuk Provinsi Jambi harus disusun di akhir tahun  2021, dan dokumen dibuat untuk target jangka panjang 30 tahun, dan akhir tahun 2022 laporan dokumen RPPEG harus selesai,"tegasnya.(Inro).