-->

BREAKING NEWS

Menteri BUMN Kunjungi Nelayan Kampung dusun Nambangan

Menteri BUMN Kunjungi Nelayan  Kampung dusun Nambangan

Surabaya,Jambiekspose.net -- Dikutip  Suksesi Nasional, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erik Thohir mengujungi para nelayan di Kampung Dusun Nambangan Kecamatan Kenjeran Surabaya Minggu (15/08/2021) siang.

Dalam kunjangan ke Jawa Timur Menteri BUMN Erik Thohir bersama sejumlah staf untuk memantau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi warga nelayan Nambangan Kecamatan Kenjeran Surabaya.

Sebelum datang ke Kota Pahlawan Surabaya, rombongan Menteri Kabinet Kerja ini terlebih dahulu melakukan peninjauan di PT Petrokimia Gresik Jawa Timur.

Menteri BUMN Erik Thohir Didampingi Kapolres Tanjung Perak Menyapa Para Nelayan Nambangan Kecamatan Kenjeran Surabaya

Kedatangan Menteri BUMN bersama rombongan mendapat pengamanan dari personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama anggota Polsek Kenjeran Surabaya.

Dari pantauan awak media, para petugas berpakaian lengkap melakukan pengaturan jalur yang akan dilalui rombongan hingga tiba di Kampung Nelayan Nambangan Surabaya Utara.

Pelaksanaan pengamanan dipimpin Kapolsek Kenjeran Kompol Buanis Yudo Haryono. Rombongan mengawali kedatangannya dengan menyapa warga nelayan dan berbincang-bincang serta mendengarkan keluh kesah para pelaku UMKM.

Selanjutnya mereka ingin melihat dari dekat bagaimana kehidupan para nelayan yang sedang mencari ikan dilaut. Termasuk membahas rencana pengadaan distribusi solar, sehingga mempermudah pekerjaan mereka dalam mencari nafkah dilaut. 

“Kami akan memikirkan ada Pertashop di daerah Nambangan. Tentunya selain melayani BBM untuk kendaraan. Kita akan diskusikan bagaimana solarnya untuk nelayan,” kata Menteri BUMN Erik Thohir.

Sementara itu dihadapan Menteri BUMN salah satu warga nelayan mengeluh terkait harga BBM Solar yang sangat tinggi, dikarenakan tidak bisa membeli di SPBU namun para nelayan terpaksa membeli secara eceran.

Kami membeli secara eceran dengan harga Rp. 8000 perliter dengan kwalitas solar yang kotor,” terang dia. (rus)