-->

BREAKING NEWS

Pj Sekda Kabupaten Muara Jambi Membuka Secara Resmi Pelatihan Pemantapan Pengendalian Harhutla.

Pj Sekda Kabupaten Muara Jambi Membuka Secara Resmi Pelatihan Pemantapan Pengendalian  Harhutla.
Foto Humas BPBD Kabupaten Muara Jambi, Pj Sekda Kabupaten Muara Jambi Berikan Kata Sambutan. Jambi, Jambiekspose.net -- Pemeritnah Kabupaten Muaro Jambi melalui dinas BPBD menggelar kegiatan pelatihan pemantapan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh Pj Sekda Kabupaten Muara Jambi, Ir. Azrin.MSi. Senin(07/06/2021) Hotel Ratu. Mendampingi Kalak BPBD Kabupaten Muara Jambi Ir.Ardanus.MSi, Sekretaris BPBD Kabupaten,Rd Mawardi, Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kabupaten Muara Jambi, Efrizal Nasution serta para narasumber. Dikatakan Azrin, Meningkatkan kemampuan aparatur penanggulangan bencana serta meningkatkan Sinergitas penanggulangan bencana antara semua personil pada saat. "Atas nama pribadi maupun Pemerintahan Kabupaten Muaro Jambi, mengucapkan Selamat datang kepada para Peserta Pelatihan, mudah-mudahan dengan diselenggarakannya kegiatan ini Peserta dapat memahami secara lebih baik tentang Aspek Penanggulangan Bencana dan merupakan sebuah kebanggaan sekaligus menjadi Cambuk, yaitu bagaimana agar kita dapat mengatasi Bencana yang terjadi di Kabupaten Muaro Jambi sedini mungkin, Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan yang hampir setiap Tahun terjadi di Wilayah Kabupaten Muaro Jambi,"ucapnya. Melalui Kegiatan ini juga diharapkan dapat terwujud suatu perencanaan yang matang di bidang penanggulangan bencana serta terjalinnya hubungan dan sinergi yang harmonis antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Muaro Jambi dengan Dinas Instansi yang terkait maupun Stakeholder lainnya. "Sebagai Daerah yang termasuk Rawan Bencana. Hingga saat ini, kita masih belum dapat sepenuhnya mampu mengurangi bahkan menghilangkan Resiko Bencana yang terjadi, utama kebakaran hutan dan lahan Untuk itu diperlukan kemampuan dalam mengindentifikasi, menganalisis dan mengambil tindakan pencegahan dan Mitigasi , Sehingga kita dapat mengurangi tingkat resikonya, Maka Upaya Penanggulangan Bencana di Daerah, perlu ditangani secara Komperhensif, Multi Sektor, Terpadu dan Terkoordinasi,"katanya. "Dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, telah merubah Paradigma Penanggulangan Bencana selama ini, karena Keberadaan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tersebut, Memberikan Landasan Berupa : Pertama ; Adanya Payung Hukum yang memberikan mandat bagi Perlindungan Rakyat dari Resiko Bencana; Kedua, Perubahan cara Pandang dari Responsif menjadi tindakan Pencegahan dan Kesiapsiagaan; Ketiga,Terintegritasnya Penanggulangan Bencana dalam Rencana Pembangunan; Keempat, Pembentukan suatu Kelembagaan yang menangani secara langsung tentang urusan Kebencanaan,"urainya. . Dalam Undang-Undang ini juga terdapat hal-hal yang penting seperti Penghormatan Kepada Kemanusiaan dan Menghargai Budaya Lokal serta perlindungan pada Masyarakat yang terkena Bencana. "Untuk itulah saya menghimbau kepada semua unsur yang berperan dalam penanganan bencana melakukan koordinasi dan menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Stake Holder yang ada dan masyarakat, Dengan demikian, kita berharap akan terjadi peningkatan kinerja institusi yang didasarkan kepada Pemantapan pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta meningkatkan kapasitas dan kualitas aparatur dalam menanggulangi bencana alam terutama karhutla,"tegasnya. Ditambahkan oleh Kasi RR, Efrizal Nasution SE. Bahwa kegiatan pelatihan ini diikuti Jumlah peserta ada sebanyak 90 orang dari beberapa instansi, brigade perkebunan, tagana, masyarakat peduli api, TRC BPBD. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sistem 3(tiga) gelombang, gelombang dari 7-10 berisikan pemadaman dan paket evakuasi korban bencana, bongkar pasang tenda. Bergelombang kedua 14-17, gelombang 18-21. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadi bencana karhutla di musim kemarau tahun 2021 Kabupaten Muara Jambi.(Inro).