-->

BREAKING NEWS

Nilai Ekspor Provinsi Jambi Naik 7.66 Persen, Import Alami Penurunan

Nilai Ekspor Provinsi Jambi Naik 7.66 Persen, Import Alami Penurunan
Foto Inro, Kepala BPS Provinsi Jambi Sampaikan BRS. Jambi, Jambiekspose.net -- Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi menyampaikan berita resmi statistik (BRS). Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Jambi, Drs. Wahyudin Senin(01/03/1021) diruang aula Kantor BPS Provinsi Jambi Secara Virtual. Dikatakan wahyudin, bahwa Nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada bulan Januari 2021 naik sebesar 7,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya. "Nilai Ekspor yaitu dari US$ 157,57 juta pada bulan Desember 2020 menjadi US$ 169,63 juta pada US$ 169,63 Juta bulan Januari 2021,"ucapnya. dan Nilai impor Provinsi Jambi Januari 2021 turun sebesar 64,20 persen dibanding bulan sebelumnya, yaitu dari US$ 3,87 juta pada bulan Desember 2020 menjadi US$ 1,39 juta pada bulan Januari 2021. dijelaskan wahyudin, Penyebab utama naiknya nilai ekspor Provinsi Jambi bulan Januari 2021 adalah naiknya ekspor pada komoditi kopi, teh, dan rempah, komoditi karet dan olahannya, komoditi pulp dan kertas, komoditi migas, serta komoditi batubara. "Nilai ekspor sampai bulan Januari 2021 yaitu sebesar US$ 169,63 juta, lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, yaitu turun sebesar 11,73 persen,"jelasnya. "Kontribusi terbesar terhadap total ekspor di Jambi adalah ekspor kelompok Pertambangan yaitu sebesar 51,88 persen, diikuti Kelompok Industri sebesar 38,67 persen, dan Kelompok Pertanian sebesar 9,45 persen. Bila dirinci menurut komoditi, Kelompok Industri didominasi oleh karet dan olahannya yang memberikan kontribusi mencapai 23,07 persen. Penyumbang kontribusi terbesar dari Kelompok Pertambangan yaitu minyak dan gas yang mencapai 49,73 persen. Sedangkan dari Kelompok Pertanian, komoditi pinang memiliki sumbangan 7,19 persen,"urainya. Untuk Impor Provinsi Jambi melalui tiga pelabuhan laut utama di Jambi yaitu : Pelabuhan Talang Duku Jambi, Muara Sabak dan Kuala Tungkal serta pelabuhan udara Bandara Sultan Thaha. Nilai impor Bulan Januari 2021 sebesar US$ 1,39 juta, turun sebesar 64,20 persen dibanding bulan sebelumnya. "Penurunan impor ini dipicu oleh turunnya nilai impor pada kelompok komoditi makanan dans ejenisnya, kelompok komoditi bahan kimia dan sejenisnya,kelompok komoditi karet dan sejenisnya, kelompok komoditi mesin dan alat angkutan, serta kelompok komoditi hasil industri dan lainnya,"terangnya. (Inro). Bila dilihat perannya sampai dengan Bulan Januari 2021, impor Kelompok Mesin dan alat angkutan memberikan kontribusinya 37,78 persen dari total impor, diikuti peran Kelompok Bahan Kimia dan Sejenisnya yaitu sebesar 29,07 persen, dan impor Makanan dan Sejenisnya yaitu sebesar 19,36 persen. Untuk kelompok komoditi Hasil Industri dan Lainnya berperan sebesar 13,48 persen dan kelompok komoditi Karet dan sejenisnya hanya berperan 0,32 persen.