-->

BREAKING NEWS

Pj Gubernur Jambi Secara Resmi Membuka Forum OPD Ketahanan Pangan Se-provinsi Jambi.

Pj Gubernur Jambi Secara Resmi Membuka Forum OPD Ketahanan Pangan Se-provinsi Jambi.
Foto Inro, Pj Gubernur Jambi Berikan Kata Sambutan. Jambi, Jambiekspose.net - - Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar kegiatan forum OPD. Hal ini ditandai dengan dibuka secara Ibu Pjs Gubernur Provinsi DR Hari Nurcahya Murni Rabu(24/02/2021) Hotel Shang Ratu Kota Jambi. Turut mendampingi Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Ir. H. Armi Hasbi, serta unsur Vertikal terkait. Dikatakan oleh Hari Nurcahya Murni, Forum OPD yang dilaksanakan pada hari ini, pada dasarnya merupakan rangkaian proses perencanaan pembangunan yang akan mensinkronkan, memantapkan dan mensinergikan Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan Tahun 2022, dengan memadukan strategi, kebijakan program dan kegiatan prioritas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota se Provinsi Jambi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan visi dan misi yang diemban. Sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dan Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025, dan maka Pemerintah Daerah wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Kerja Pemerintah (RENJA) sebagai rencana tahunan. Penyusunan Program Perencanaan tersebut dilakukan melalui proses koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota guna menyelaraskan program dan kesinambungan pembangunan bidang pertanian, khususnya ketahanan pangan. Forum OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Tahun 2022 ini merupakan salah satu tindak lanjut dari hasil koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemda Provinsi Jambi, sehingga diharapkan dari hasil pertemuan ini akan menjadi bahan acuan kabupaten/kota dalam menyusun rencana program/kegiatan Ketahanan Pangan tahun 2022. "Kita semua memahami bahwa, output dari proses Forum OPD ini adalah tersusunnya sejumlah rencana kerja umum maupun khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan peluang yang dimiliki oleh Kabupaten/Kota terutama untuk program dan kegiatan Ketahanan Pangan,"ucapnya. Secara garis besar proses perencanaan yang kita lakukan dimaksudkan untuk memilih alternatif yang terbaik dari tindakan yang rasional atas pemanfaatan sumber daya, ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi yang diinginkan oleh pemerintah daerah, sehingga pada akhirnya akan menghasilkan bahan acuan kabupaten/kota dalam menyusun rencana program/kegiatan Ketahanan Pangan Tahun 2022. Memerhatikan arah Kebijakan Nasional dalam RPJMN 2020-2024 dan arahan Presiden, kebijakan pertanian dalam periode ini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, termasuk memerhatikan kesejahteraan keluarga petani dan memerhatikan keberlanjutan sumber daya pertanian. Untuk itu dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan maka Kementerian Pertanian menetapkan 5 (lima) arah kebijakan sebagai berikut; Terjaganya ketahanan pangan nasional; Meningkatnya nilai tambah dan daya saing pertanian; Menjaga keberlanjutan sumber daya pertanian serta tersedianya prasarana dan sarana pertanian; Meningkatkan kualitas SDM pertanian, dan; Terwujudnya reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintah yang berorientasi pada layanan prima. Terkait arah kebijakan terjaganya ketahanan pangan nasional, ada 3 (tiga) Strategi untuk Menjaga Ketahanan Pangan Nasional yaitu;Peningkatan produksi dan produktivitas sektor Pertanian kedua, Peningkatan ketersediaan pangan strategis Nasional ketiga, Peningkatan keterjangkauan dan pemanfaatan pangan. Amanah RPJMN 2020-2024 menyatakan bahwa salah satu Proyek Nasional (Major Project) untuk sektor pangan adalah Jaminan Usaha serta Korporasi Petani, dan untuk bidang ketahanan pangan salah satunya yaitu kegiatan Pertanian Keluarga (Family Farming). Pertanian keluarga atau family farming (FAO,2014) merupakan cara pengorganisasian produksi pertanian, kehutanan, perikanan, penggembalaan dan akuakultur (perikanan darat) yang dikelola dan dikerjakan oleh keluarga dengan sebagian besar bergantung pada tenaga kerja keluarga baik perempuan dan laki-laki dan merupakan basis produksi yang berkelanjutan. Dan untuk tahun 2021 ini kegiatan Pertanian Keluarga di Provinsi Jambi sudah memasuki tahun kedua, dan pada tahun ini juga ada 4 (empat) kelompok penerima manfaat kegiatan Pertanian Keluarga. Kegiatan lain yang juga merupakan salah satu upaya pemantapan ketahanan pangan keluarga yaitu kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), dengan menjadikan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga. Pada tahun 2021 ini, melalui dana Dekonsentrasi Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah dialokasikan banper untuk 97 kelompok penerima manfaat di 11 kabupaten/kota. Kedua kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat strategis, apalagi dalam masa Pandemi Covid-19, yang mampu untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dalam berusaha untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Ditambahkan oleh Amir Hasbi, Forum OPD Provinsi Jambi merasa bangga bahwa Jambi di pimpin Seorang Pejabat Gubernur Jambi adalah seorang perempuan. Kegiatan ini diikuti peserta ada sebanyak 66 orang dari Dinas ketahanan pangan Kabupaten kota se-provinsi jambi. Serta kegiatan ini sudah mendapatkan izin dari tim satgas covid-19 dan peserta juga mengikuti 3M.(Inro).