-->

BREAKING NEWS

 Sosialisasi Alternatif Pendanaan Restorasi Gambut Berkelanjutan

 Sosialisasi Alternatif Pendanaan Restorasi Gambut Berkelanjutan

 

Foto Inro, Erna Rahayu, Kepala Sub Kelompok Kerja Kerjasama Teknis BRG Berikan Penjelasan Pada Peserta Sosialisasi. 

Jambi, Jambiekspose.net --Bertempat di Hotel Odua Weston Kota Jambi Rabu(09/09/2020) Badan Restorasi Gambut Indonesia menggelar kegiatan Sosialisasi Alternatif Pendanaan Restorasi Gambut Berkelanjutan.


Hal ini disampaikan langsung oleh Erna Rahayu selaku Kepala Sub Kelompok Kerja Kerjasama Teknis BRG, bahwa kegiatan ini bertujuan menginformasikan kepada para pihak terkait kebutuhan program restorasi gambut beserta alternatif sumber pendanaan yang dapat diakses untuk pelaksanaan restorasi gambut tersebut.


"BRG menyelenggarakan sosialisasi alternatif pendanaan restorasi gambut, untuk menginformasikan kepada para pihak terkait kebutuhan restorasi gambut dan sumber-sumber alternatif pendanaan yang dapat diakses,"jelasnya.


Kegiatan restorasi gambut yang dikoordinasikan dan difasilitasi BRG tersebut mendapat pendanaan utama dari APBN dan didanai oleh sumber lain yang tidak mengikat. Namun pendanaan yang tersedia saat ini masih belum cukup untuk membiayai seluruh kegiatan restorasi gambut pada seluruh wilayah yang menjadi target BRG sehingga meskipun kegiatan restorasi gambut saat ini sudah cukup massif dilakukan di tingkat tapak, namun ini belum cukup untuk memulihkan lahan gambut terdegradasi. 


Berdasarkan Rencana Restorasi Ekosistem Gambut yang disusun BRG, kebutuhan pendanaan untuk program restorasi ekosistem gambut di tingkat tapak pada tujuh provinsi yang menjadi wilayah kerja BRG mencapai Rp 22,1 triliun. Nilai ini berlaku untuk periode 2016 – 2020.


Restorasi gambut membutuhkan dukungan semua pihak dan para pemangku kepentingan, baik dari Pemerintah, Pemerintah Daerah, mitra pembangunan, akademisi, pelaku usaha (pemegang izin konsesi kehutanan maupun HGU perkebunan), pegiat sosial, maupun masyarakat baik yang tinggal di sekitar lahan gambut maupun masyarakat Indonesia secara umum, dan dukungan internasional. Masing-masing pihak dapat berkontribusi sesuai dengan perannya.


Pada kegiatan ini BRG mengundang peserta yang berasal dari unsur pemerintah daerah, LSM, perguruan tinggi, dan swasta (pemegang izin konsesi kehutanan maupun HGU perkebunan) untuk dapat memanfaatkan peluang – peluang pendanaan dalam pemulihan ekosistem gambut melalui pengajuan pengajuan proposal pada berbagai sumber pendanaan. Termasuk peluang pendanaan dari Green Climate Fund yang juga dapat diakses oleh pelaku usaha.(Inro).