-->

BREAKING NEWS

Gubernur Jambi Secara Resmi Membuka Kick Off Gerakan Jambi KEJAR. 

Gubernur Jambi Secara Resmi Membuka Kick Off Gerakan Jambi KEJAR. 

 

Foto Inro, Gubernur Jambi Bersama Para Pejabat Secara Bersama-sama Menekan Tombol Dari Gerakan Jambi KEJAR.

Jambi, Jambiekspose.net -- Kamis(10/09/2020) bertempat di aula pertemuan Bank Jambi digelar kegiatan gerakan Jambi KEJAR.Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh Gubernur Jambi, Fachrori Umar.


 Turut mendampingi Kepala Perwakilan OJK Jambi, Endang Nuryadin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Bpk. Drs. H. Muhammad. M.Pdi; Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Wilayah Jambi, Bpk. Prof. Dr. H. Su'aidi

Asy'ari, MA, Ph.D; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto; Ketua Baznas Provinsi Jambi, Bpk. Hasan Basri; Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Jambi sekaligus Direktur Utama Bank Jambi, Bpk. Dr. H. Yunsak El Halcon, SH., M.Si.


Dikatakan oleh Fachrori Umar, Pemerintah Provinsi Jambi menyambut baik akan acara peluncuran gerakan Jambi KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) dalam rangka hari Indonesia menabung tahun 2020.


 "Saya mengucapkan terima kasih kepada kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi yang telah menginisiasi kegiatan gerakan Jambi kejar ini semoga Kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada para pelajar kita untuk membudayakan menabung di kalangan generasi muda,"ucapnya.


 Saya menilai bahwa kegiatan ini memiliki arti dan makna yang sangat strategis dalam konteks pembangunan perekonomian bangsa sebagai implementasi dari strategi nasional keuangan inklusif di provinsi Jambi,"katanya.


 Inklusi keuangan pada dasarnya menggambar jumlah orang yang menjadi nasabah atau pengguna jasa keuangan pikiran semakin banyak penduduk provinsi Jambi yang memiliki rekening di bank, maka semakin mudah menerima manfaat dan semakin mudah dalam mengembangkan usahanya.


Berbicara tentang lembaga keuangan Jika dilihat dari sektor jasa keuangan di provinsi Jambi pertumbuhan sektor keuangan nya belum diikuti oleh akses masyarakat yang memadai kepada layanan Jasa Keuangan.


"Hal ini terlihat dari hasil survei nasional literasi keuangan snl yang terakhir oleh Katakanlah OJK di mana pada tahun 2019 indeks literasi keuangan Provinsi Jambi adalah sebesar 35,7% hal tersebut menunjukkan bahwa setiap 100 orang penduduk provinsi Jambi hanya 35 orang yang memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga keuangan dan produk dan jasa keuangan serta memiliki keterampilan dan menggunakan produk jasa keuangan,"urainya.


Ditambahkan oleh Endang Nuryadin, Selain besarnya jumlah pelajar tersebut, hasil riset

dalam Indonesia Millennial Report 2019

menunjukkan karakter millennials seperti self development, creativity, dan multitasking ability

menjadi salah satu dasar yang dapat memperkuat perekonomian Indonesia di masa depan.

Adanya upaya perluasan akes keuangan sejak

tahun 2016 sebagaimana tertuang dalam

Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) bahwa pada tahun 2019 target inklusi keuangan adalah sebesar 75%. Dalam Perpres tersebut, pelajar menjadi salah satu sasaran dari keuangan inklusif.

Arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas SNKI tanggal 28 Januari 2020 yaitu menargetkan tingkat inklusi keuangan Indonesia yang saat ini sebesar 76,19% dapat meningkat menjadi di atas 90% pada tahun 2023. 


Selain itu, Presiden jugamengharapkan mahasiswa dan pelajar dapat ditarik untuk menggunakan produk dari perbankan nasional sehingga dapat meningkatkan inklusi  keuangan. Untuk mendukung upaya dimaksud,  

Presiden meminta Mendikbud untuk memastikan agar semua pelajar dan mahasiswa dapat memiliki tabungan.Keppres Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung.

Saat ini telah diterbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari  Indonesia Menabung yang ditetapkan setiap  tanggal 20 Agustus. Bertepatan dengan Hari  Indonesia Menabung tersebut, akan dilaksanakan kegiatan SimPel Day dalam rangka meningkatkan Dalam mencapai target dimaksud, tentunya diperlukan strategi dalam implementasi program KEJAR diantaranya: Strategi dari sisi regulasi/kebijakan seperti  adanya Surat Edaran dari pemerintah daerah kepada stakeholders terkait.


Dari sisi infrastruktur, kegiatan kunjungan bank ke sekolah (bank goes to school) harus ditingkatkan dan perlu didorong adanya keberadaan agen bank di sekolah.