-->

BREAKING NEWS

Staf Ahli Perencana PT KMH Secara Resmi Membuka Sosialisasi Rencana Pembangunan PLTA Merangin PEAKER 350 MW.

Staf Ahli Perencana PT KMH Secara Resmi Membuka Sosialisasi Rencana Pembangunan PLTA Merangin PEAKER 350 MW.

 

Foto Inro, Staf Ahli Perencana PLTA PT KMH Berikan Kata Sambutan.

Jambi, Jambiekspose.net -- Selasa(11/08/2020) PT Kerinci Merangin Hidro menggelar kegiatan sosialisasi rencana pembangunan PLTA Merangin PEAKER 350 Hidro.


Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi Staf Ahli Perencana PLTA, Sulistianto di Hotel BW LUXURY Kota Jambi. 


Turut mendampingi Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Doni Iskandar, mewakili Kadis ESDM, Zulfahmi, Kepala Perencana PT Kerinci Merangin Hidro.


 Perencana PLTA, Ahli bendungan, Ari Ambada, Kepala Bappeda Doni, Zulfahmi, Kabid Energi.


Dikatakan oleh Sulistianto, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan bermaksud meminta masukan dan saran dari unsur terkait Pemerintah Provinsi Jambi.


"PLTA Merangin PEAKER ini merupakan program strategis nasional pemerintah Indonesia yang tertuang dalam RUPTL tahun 2018-2019,"jelasnya.


Pembangunan ini bisa dimanfaatkan kepada masyarakat, dikarenakan sudah adanya PLTA ini bekerja sama dengan PLN.


 "Sudah melalui perjanjian jual beli listrik dari PLN nanti akan didistribusikan ke masyarakat ya tentunya karena lokasi berada di wilayah Jambi itu akan diprioritaskan penggunaannya untuk listrik bagi masyarakat Jambi akan diberlakukan untuk dapat memanfaatkan, untuk masa pembangunan lima tahun diselesai diharapkan tahun 2025 dan akan beroperasi dioperasikan oleh kami itu 30 tahun dan setelah 30 tahun maka seluruh asetnya akan dikembalikan ke negara melalui PLN,"jelasnya.


PT KMH berkomitmen untuk membantu tercapainya target pemerintah untuk menyediakan listrik ramah lingkungan, murah dan memilki tingkat kandungan yang tinggi.


"Selanjutnya kepemilikan setelah 30 tahun itu oleh PLN ya itu nanti antara pembangunan yang di daerah mana pembangunannya pada dua lokasi yang pertama itu adalah di outlet danau-danau itu berupa bendung pengatur yang penting pengatur kemudiannya lokasi kedua itu ada di kira-kira 20 KM ya dari offside danau itu kami membangun Bendungan kemudian membangun bangunan pengambilan kemudian masuk ke dalam tanah dilanjutkan oleh besok kalau itu kurang lebih waterway nya sejauh 11 KM kemudian mendekati Imat ya mendekati Sungai Emak itu dibangun power kos atau rumah pembangkit Kemudian dari Muara emat itu porosnya menyalurkan listrik yang akan bergabung dengan jaringan interkoneksi Sumatera oleh PLN,"urainya.


Pada lingkungan PLTA Merangin ini juga dapat meningkat objek pariwisata dan juga akan peluang usaha baru sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat disekitar daerah bendungan tersebut.


Ditambahkan oleh Zulfahmi, Pemerintah Provinsi Jambi melalui dinas ESDM sangat mendukung akan peranan dari PT PMH dalam mendapatkan listrik bagi masyarakat. 


PLTA Merangin yang berlokasi di Kabupaten Kerinci, Jambi memiliki kapasitas sebesar 4 x 87,5 MW (Megawatt). Energi yang dihasilkan per tahun sebesar 1.280 Giga Watt hour (GWh). Pembangkit yang direncanakan beroperasi secara komersial (COD) pada 2025 ini akan memasok listrik ke sistem yang diatur oleh PLN Pusat Pengatur Beban Sumatra. 

"PLTA Merangin ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik yang akan terus meningkat,"katanya

Nantinya, PLTA Merangin akan digunakan sebagai pembangkit peaker, yakni pembangkit yang digunakan hanya pada saat beban puncak. Hal ini bertujuan mengurangi beban peaker PLN di Sumatra yang masih menggunakan pembangkit gas dan diesel. PLTA juga dipilih sebagai peaker karena memiliki kecepatan masuk ke sistem (ramping rate) yang tinggi dibanding pembangkit batu bara.(Inro).



"Saya berharap PLTA Merangin dapat menjadi infrastruktur ketenagalistrikan Indonesia yang andal, terjangkau dan memiliki aspek keberlanjutan,"tegasnya.