MAKASSAR, Jambiekspose.net -- Sabtu(11/07/2020) BRORIVAI Center (BRC) menggelar diskusi kemaritiman melalui BRC WebTalk dengan mengusung tema "Quo Vadis Sumber Daya Maritim Indonesia Timur di Era Covid-19"
Diskusi yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi daring menghadirkan 4 narasumber, Yaitu Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan, M. Zulficar Muchtar. Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Sulkaf S. Latief. Guru Besar Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Hermann Khaeron.
Dalam diskusi daring tersebut diawali welcoming speech dari pendiri BRORIVAI Center Dr. Abdul Rivai Ras memberikan pengantar diskusi perihal perlunya masyarakat dan pemetintah secara kritis membangun peradaban di sektor maritim.
"Potensi kita cukup besar, hal itu mesti disambut dan kita berharap narasumber kita akan membeberkan rencana strategis mengoptimalkan sumber daya maritim di era Covid-19,"Ujar Bro Rivai sapaan akrab Abdul Rivai Ras.
Selanjutnya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi selatan memaparkan kondisi Pengeloaan sumber daya maritim terutama disektor kelautan dan perikanan.
"Di Indonrsia Timur, sulawesi selatan menjadi salah satu penyumbang terbesar dari sektor perikanan dan kelautan," Ucap Zulkaf S. Latief
Dikesepatan yang sama, konsep dan model pengembangan sumber daya maritim di khususnya dibidang perikanan tangkap dikemukakan oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP RI yang memberikan penjelasan bahwa potensi dan peluang yang kita miliki mesti dikelola dengan baik, dan seluruh stakeholder termasuk perguruan tinggi agar ikut terlibat melakukan penelitian dan inovasi dalam perikanan tangkap.
"Perlu keterlibatan perguruan tinggi untuk melahirkan penelitian-penelitian inovatif agar kita dapat memaksimalkan potensi kita dengan tetap memperhatikan kaearifan lokal,"Ucapnya.
Politisi Demokrat yang juga adalah penulis Transformasi Politik Kelautan Indonesia Herman Khaeron menekankan pentingnya kerjasama dan pengelolaan sumber daya yang berkesinambungan, salah satu contohnya nelayan.
"Kita perlu mendorong lahirnya inisiator dalam dunia kemaritiman, pada prinsipnya cara berpikir saya dengan BRORIVAI Center sebenarnya sama, tugas kita adalah bagaimana mentranformasikan laut kita. Dalah satu contohnya terobosan adanya Badan Usaha Milik Nelayan, ini perlu sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di sektor maritim kita,"Jelas Kang Hero, demikian sapaan akrabnya.
Diskusi yang berjalan sekitar 3 jam tersebut dihadir8 berbagai lembaga pemerintahan, komunitas, pemerhati lingkungan dan tokoh-tokoh hingga pakar kemaritiman di Indonesia.(Humas BRC/Inro).