-->

BREAKING NEWS

Kepala BPS Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka Gelar Sosialisasi Pemutakhiran Diagram Timbang IHK Dan NTP.

Kepala BPS Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka Gelar Sosialisasi Pemutakhiran Diagram Timbang IHK Dan NTP.
Foto Inro, Kepala BPS Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka Sosialisasi IHK Dan NTP .

Jambi,Jambiekspose.net -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi gelar sosialisasi pemutakhiran diagram timbang indeks harga konsumen (IHK) Dan Nilai Tukar Petani Tahun Dasar 2018.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Jambi,Drs.Wahyudin.MM membuka secara Resmi Jumat(31/01/2020) aula Kantor BPS Provinsi Jambi.

Dijelaskan oleh Wahyudin, Pemutakhiran diagram timbang IHK 2018 ini dalam menyempurnakan metodologi berdasarkan standar penghitungan IHK sesuai dengan consumer price index manual yang menjadi rujukan united nations(UN).

"Untuk menjaga kualitas data, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Secara Resmi membuka secara rutin memutakhirkan tahun dasar, paket komoditas dan diagram timbang untuk setiap Indeks Harga,"jelasnya.

 Data strategis yang dihasilkan BPS Provinsi Jambi antara lain adalah Indeks Harga yang meliputi Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Nilai Tukar Petani (NTP).

“Angka inflasi yang dirilis setiap bulan dihitung berdasarkan perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK). Namun dengan adanya perubahan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat yang berubah, pola IHK yang lama tidak relevan lagi untuk digunakan. Inilah mengapa BPS secara rutin memutakhirkan sesuai perkembangan jaman,” katanya.

Dalam proses pemutakhiran data ini, lanjutnya, berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) pada tahun 2018 yang lalu. Sehingga penyajian IHK tahun 2020 sudah menggunakan tahun dasar 2018=100.

Kegunaan IHK ini sebagai indeksasi upah/ gaji, indikator moneter/ perkembangan nilai uang. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) menunjukan daya tukar dari nilai produk pertanian yang dihasilkan terhadap biaya produksi dan barang/jasa yang dikonsumsi.

“NTP diperoleh dari perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) terhadap Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dikalikan angka 100. Cakupannya adalah nilai tukar petani (NTP) Tanaman Pangan, Hortikultura, Tanaman Perkebenunan Rakyat, Peternakan dan Perikanan,”ucapnya Wahyudin.

Menurut dia, sebelumnya pola perhitungan IHK menggunakan tahun dasar 2012. Namun terhitung mulai 3 Februari 2020 rilis BPS akan menggunakan metodologi perhitungan IHK 2020 standar internasional yang mengacu pada Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP).

“Adapun perbedaan survei yang menggunakan tahun dasar 2012 dan pola hitung IHK 2020, yakni cakupan kota Jambi dan Bungo inflasi di kedua kota tersebut,"imbuhnya.

Jumlah sampel SBH 2018 di Provinsì Jambi sebanyak 2800 rumah tangga yang tersebar di 280 blok sensus selama setahun atau setiap triwulan sebanyak 700 rumah tangga.

"Dimana distribusi sampel SBH 2018 per triwulan di dua kota untuk Muaro Bungo ada 300 sampel Kota Jambi ada 400 sampel,"urainya.

Untuk klasifikasi kelompok pengeluaran IHK berdasarkan COICOP 2018 ada 11 kelompok, pertama kelompok makanan, minuman dan tembakau, kedua, pakaian dan alas kaki, Ketiga, perumahan,air,listrik,gas dan bahan bakar rumah tangga, keempat, perlengkapan,peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, kelima, kesehatan, keenam, transportasi, ketùjuh, informasi,komunikasi, dan jasa keuangan, kedelapan, rekreasi,olahraga dan budaya, kesembilan, pendidikan, kesepuluh, penyediaan makanan dan minuman atau restoran, dan terakhir perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Sedangkan untuk NTP Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) menunjukan daya tukar dari nilai produk pertanian yang dihasilkan terhadap biaya produksi dan barang/jasa yang dikonsumsi.

“NTP diperoleh dari perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) terhadap Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dikalikan angka 100. Cakupannya adalah nilai tukar petani (NTP) Tanaman Pangan, Hortikultura, Tanaman Perkebenunan Rakyat, Peternakan dan Perikanan,” jelas

“Pemutakhiran tahun dasar NTP ini dilakukan melalui Survei Penyempurnaan Diagram Timbang (SPDT-NTP) tahun 2017 dan dimutakhirkan pada tahun 2018," pungkasnya.

NTP didasarkan pada bobot menurut subsektor pertanian tanaman pangan ada 11.33 persen, tanaman hortikultura 5.81 persen, tanaman perkebunan rakyat 77.47 persen, peternakan 3.20 persen, perikanan 2.19.(Inro).