-->

BREAKING NEWS

Kalangan Pekerja Swasta Yang Tertinggi Pengguna Narkotika Di Jambi Dan BNNP berhasil mengamankan Sabu jenis sabu 10.715,27 gram Dan Ganja 88.997.9 gram.

Kalangan Pekerja Swasta Yang Tertinggi Pengguna Narkotika Di Jambi Dan BNNP berhasil mengamankan Sabu jenis sabu 10.715,27 gram Dan Ganja 88.997.9 gram.

Foto Inro, Abdul Razak Berikan Keterangan Pers.

Jambi, Jambiekspose.net -- Sesuai dengan amanah dan instruksi oleh Presiden RI, Joko Widodo bahwa Indonesia menyatakan perang terhadap narkoba, dikarenakan sudah mengkhawatirkan secara Nasional termasuk Provinsi Jambi.

Bertempat Aula pertemuan BNNP Jambi menggelar press release akhir tahun 2019 terhadap perkembangan pengungkapan serta penangkapan pelaku narkoba.

Hal ini ditandai dengan dibuka oleh, Abdul Razak Kabid pencegahan dan pemberdayaan masyarakat mewakili Kepala BNNP Jambi berhalangan hadir Selasa(31/12/2019).

Dikatakan oleh Abdul Razak, selama 2019 ini pada bidang pemberantasan BNNP Jambi telah menangani perkara narkotika.

"Narkotika jenis sabu 10.715,27 gram dengan keberhasilan tersebut telah menyelamatkan kurang lebih 16 juta jiwa masyarakat provinsi jambi,"jelasnya.

Dijelaskan Abdul Razak, bahwa para pengedar maupun para bandar yang mengedarkan ke masyarakat provinsi jambi, 1 gram dipakai sebanyak 6 atau 8 orang, 1 kilogram dipakai 100 sampai 200 orang, kalau dipakai masyarakat 1 ton bisa membunuh orang sebanyak jutaan orang.

"Dengan berhasil menangkap dan mengungkap peredaran narkoba di Provinsì Jambi BNNP berhasil menyelamatkan jutaan nyawa dari pengaruh narkoba,"ujarnya.

Tidak narkotika jenis Sabu saja yang berhasil diamankan melainkan narkotika jenis ganja juga berhasil diamankan sebesar 88.997.9 gram.

"Berdasarkan Pendidikan SD sebanyak 35 orang,
SMP sebanyak 33 orang, SMA sebanyak 157 orang, Akademi Perguruan Tinggi sebanyak 20 orang, tidak sekolah sebanyam 9 orang dengan jumlahnya sebanyak 265 orang dalam 2019,"urainya.

Sedangkan untuk pekerjaan, pertama swasta 98 orang, kedua, pengangguran 39 orang, ketiga, buruh 33 orang, keempat, petani 5 orang, keenam wirausaha 55 orang, ketujuh, mahasiswa 6 orang, kedelapan, pelajar 9 oŕang, kesembilan, PNS 7 orang, kesepuluh, TNI/POLRI 1 orang, kesebelas, Ibu rumah tangga12 orang dengan jumlah sebanyak 265 orang.(Inro).