-->

BREAKING NEWS

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum Dan Politik Secara Resmi Membuka Sosialisasi Peraturan Perkarantinaan.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum Dan Politik Secara Resmi Membuka Sosialisasi Peraturan Perkarantinaan.

Foto Inro, Staf Ahli Gubernur Berikan Kata Sambutan Kegiatan Sosialisasi UU No. 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan Dalam Rangka akselerasi ekspor komoditas pertanian.

Jambi, Jambiekspose.net -- Kementerian Pertanian RI melalui Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi menggelar kegiatan sosialisasi peraturan Perkarantinaan No. 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan Dalam Rangka akselerasi ekspor komoditas pertanian.

Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh
Staf Ahli Gubernur bidang pemerintahan, hukum dan politik mewakili Gubernur Jambi berhalangan hadir Asraf S.Pt, M.Si Selasa(10/12/2019) Hotel Odua Weston Kota Jambi.

Turut mendampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi, Drs. Guntur,SP., M.M, Asisten Kajati Manurung, Ketua KADIN Provinsi Jambi, Kasubbag Peraturan Perkarantinaan Tumbuhan, Rico Adrianto,SH.MM.

Dikatakan Oleh Asraf, Pemerintah Provinsi Jambi ingin memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih Kepada Kepala Balai Karantina PertanianKelas I Jambi, yang telah menginisiasi kegiatan sosialisasi ini.

"Juga berpesan kepada para peserta sosialisasi, agar dapat mengikuti kegiatan ini secara seksama dari awal hingga akhir,"jelasnya.

Mengingat penegakan aturan dan ketentuan, yang diamanatkan dalam Undang-undang nomor 21 tahun 2019, membutuhkan kesamaan persepsi dan dukungan dari semua para pemangku kepentingan.

Pemerintah Provinsi Jambi menilai bahwa kegiatan sosialisasiUndang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, lkan dan Tumbuhan, sangat penting dan mendesak untuk dilaksanakan di Provinsi Jambi.

"Dikarenakan mengingat letak geografis
Provinsi Jambi, sangat strategis untuk arus lalu
lintas dan perdagangan hewan, ikan maupun
tumbuhan,"ujarnya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Provinsi
Jambi, merupakan salah satu dari 34 Provinsi di
Indonesia yang memiliki kekayaan hayati.

Guna mencegah punahnya keaneka ragaman
sumberdaya alam hayati tersebut, maka
penyelenggaraan karantina harus mengikuti
perubahan dan perkembangan iimu
pengetahuan, teknologi dan informasi,
lingkungan strategis yang cepat dan dinamis,
terutama laju arus perdagangan antarnegara,
yang melahirkan beberapa ketentuan dan
kesepakatan internasional.

Ditambahkan oleh Guntur, bahwa masyarakat di Jambi ataupun para pelaku pengusaha harus mengetahui bahwa telah diberlakukan Undang-undang ini.

"Melalui Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi menggelar kegiatan sosialisasi UU No. 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan Dalam Rangka akselerasi ekspor komoditas pertanian,"katanya.

Dalam undang-undang ini sudah lengkap dalam penindakan, penyidikan, serta penangkapan khususnya dalam bidang pertanian, hewan dan tumbuhan ini.

Perlu diketahui bahwa dalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan yang disebut dengan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan atau Karantina adalah sistem pencegahan masuk, keluar dan tersebarnya hama dan penyakit hewan Karantina, hama dan penyakit ikan Karantina, dan organisme pengganggu tumbuhan Karantina; serta pengawasan dan/atau pengendalian terhadap keamanan pangan dan mutu pangan, keamanan pakan dan mutu pakan, produk Rekayasa Genetik, Sumber Daya Genetik, Agensia Hayati, Jenis Asing Invasif, Tumbuhan dan Satwa Liar, serta Tumbuhan dan Satwa Langka yang dimasukkan ke dalam, tersebarnya dari suatu Area ke Area lain, dan/atau dikeluarkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan ini diikuti peserta sebanyak 100 orang dari beberapa utusan pelaku pengusaha, PELINDO, angkasa pura serta stakeholder terkait. (Inro).