-->

BREAKING NEWS

Ketua PDHI Jambi Secara Resmi Membuka Contuining Education Program PDHI Milenial Dan Hukum Pada Profesi Dokter Hewan.

Ketua PDHI Jambi Secara Resmi Membuka Contuining Education Program PDHI Milenial Dan Hukum Pada Profesi Dokter Hewan.
Foto Inro, Ketua PDHI Jambi Dan Narasumber PB PDHI Pusat Diwawancarai.

Jambi, Jambiekspose.net-- Pengurus Besar Persatuan Dokter Hewan Indonesia(PB PDHI) melalui PDHI Cabang Jambi menggelar kegiatan contuining education program PDHI Milenial dan hukum pada profesi dokter hewan.

Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh Ketua PDHI Jambi, Drh. Togu Permadi Samosir Sabtu(20/12/2019) Hotel Odua Weston Kota Jambi.

Turut mendampingi Drh. Munawaroh,MM Ketua PB PDHI, Letkol Kes.Drh. Martha Napitupulu.

Dikatakan oleh Togu Permadi Samosir, kegiatan seminar ini dilaksanakan program kerja dari organisasi PDHI Jambi.

"Jadi program untuk tahun ini mengenai berupa produk hukum yaitu etika veteriner, dimana profesi dokter hewan harus mempunyai landasan hukum,"jelasnya.

di mana dokter hewan harus dilindungi dengan payung hukum, sama seperti dokter hewan yang lainnya satu yang kedua, dokter hewan memfasilitasi anggota dari pusat untuk ke cabang bahwa kita punya komisi yang memberikan bantuan hukum tetapi dari pusat juga memberikan bentuk-bentuk dan tata cara bagaimana dokter hewan berupa praktisi yang berlaku baik yang praktisi maupun yang bekerja di pemerintahan.

"kedepannya dengan adanya undang-undang yang baru berupa KUHP yang sekarang Bahwa dokter hewan mempunyai payung hukum sehingga mereka mempunyai kerjasama atau mempunyai sifatnya infokonsen antara lain dengan pasien sehingga dokter hewan bisa dapat bekerja dengan baik dan profesional,"katanya.

Untuk para peserta seminar yang harus ditekankan hari ini, bahwa seorang dokter hewan harus mempunyai dasar hukum.

"mereka (dokter hewan) ketika melakukan pelayanan medik veteriner jadi artinya melayani medik veteriner adalah melakukan tindakan kesehatan pada hewan,"ucapnya.

"Apabila Ada seorang anggota PDHI yang melakukan tindakan bersifat lalai, maka pihak pengurus besar dari PDHI akan segera memberikan bantuan hukum dalam membela anggota di seluruh Indonesia,"tegasnya.

Sehingga semua anggota PDHI mendapatakan kepastian hukum sesuai dengan mekanisme dan semua anggota PDHI harus memiliki kode etik, juga wajib mempunyai izin praktek yang disetujui oleh Kepala Daerah dimana dokter hewan itu praktek.


Foto Inro, Ketua PDHI Jambi Berikan Kata Pembukaan Seminar.


Ditambahkan Letkol Kes.Drh. Martha Napitupulu, sesuai dengan visi dari PDHI, Mewujudkan citra profesi dokter hewan Indonesia yang profesional, mandiri, tangguh, berwawasan kebangsaan yang luas dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dimana pengurus besar dari pusat PDHI bahwa sudah memiliki adanya payung hukum, bahwa dokter hewan sudah dilindungi oleh negara.

"Bahwa negara sudah memberikan adanya perlindungan hukum, bukan dokter hewan tetapi dokter umum, maupun spesialis,"terangnya.

Dalam kegiatan seminar dan sudah menjadi program kerja dari PB PDHI Pusat bahwa pengurus maupun anggota baik dipusat maupun cabang di seluruh Indonesia khususnya di Provinsì Jambi diberikan adanya sosialisasi bahwa profesi mereka sudah payung hukumnya,"ujarnya.

Juga bahwa dokter hewan tersebut harus memahami adanya kode etik profesi, kemudian harus memiliki izin praktek sehingga para dokter hewan tersebut tidak bersentuhan dengan pengadilan.

Hubungan hukum dokter hewan dan pasien merupakan suatu perjanjian pasien dan hewan secara hukum (by law) diwakili pemilik atau orang yang membawa pasien ke dokter hewan.

Perjanjian disini adalah perjanjian Terapeutik yang titik tolaknya pada usaha (inspaning verbintenis) bukan perikatan yang bertitik tolak pada hasil (resultaat verbintenis).

Perjanjian Terapeutik adalah perjanjian antara dokter dengan pasien yang memberikan kewenangan pada dokter untuk melakukan pelayanan kesehatan pada pasien berdasarkan keahlian dan keterampilan yang dimiliki oleh dokter tersebut.

Mulainya perjanjian Terapeutik dijabarkan ketika klien membawa pasien (hewan) yang sakit ke dokter hewan. Kemudian dokter hewan memberikan tindakan yang disepakati atau atas persetujuan klien.