-->

BREAKING NEWS

Ka.BPOM Jambi Secara Resmi Membuka Advokasi Inpres Nomor 03 Tahun 2017 dan tindak lanjut pengawasan Badan POM.

Ka.BPOM Jambi Secara Resmi Membuka Advokasi Inpres Nomor 03 Tahun 2017 dan tindak lanjut pengawasan Badan POM.
Foto Inro, Ka BPOM Jambi Berikan Kata Sambutan Advokasi Inpres Nomor 03 Tahun 2017 dan Tindak Lanjut Pengawasan Badan POM.

Jambi, Jambiekspose.net -- Balai Pengawas obat dan makanan jambi melalui bidang pemeriksaan BPOM menggelar kegiatan advokasi inpres nomor 03 tahun 2017 dan tindak lanjut pengawasan badan POM.

Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi Kepala BPOM Jambi, Drs. Antony Asdi,M.Pharm Kamis(06/12/2019) Hotel Odua Weston Kota Jambi.

Turut mendampingi Dra. Lenggo Vivirianty, Apt. Kasi Pemeriksaan BPOM Jambi, Arlinda Wibiayu,S.Si.Apt, kasubbid layanan data dan informasi, Pusdatin BPOM RI.

Dikatakan Oleh Drs. Antony Asdi, M.Pharm, Dalam rangka implementasi Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan dan Pengawasan Obat dan Makanan maka Balai Besar POM di Jambi menggelar kegiatan.

"pertemuan implementasi Inpress no. 3 th 2017 ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara Balai Besar POM di Jambi dan lintas sektor terkait dalam bidang pengawasan Obat dan Makanan di wilayah Jambi,"ujarnya.

Kegiatan ini mengambil tema Melindungi masyarakat dari produk obat dan makanan ilegal untuk membangun negeri.

Pada tahun 2017 telah terbit payung hukum perkuatan sistem pengawasan Badan POM RI yaitu Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 Tahun 2017 Tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan serta payung hukum perkuatan kelembagaan yaitu Peraturan Presiden (Perpres) No. 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan RI.

"Kedua payung hukum tersebut merupakan bagian penting dalam peningkatan kinerja pengawasan Badan POM,"katanya.

Dalam instruksi tersebut ditekankan jika Pengawasan Obat dan Makanan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat serta menjelaskan peran pemerintah Kabupaten/Kota yang sangat strategis karena dekat dengan masyarakat.

“Karena BPOM Jambi itu tidak bisa bekerja sendiri dalam mengawasi akan obat dan makanan di Seluruh Provinsi Jambi, untuk itulah BPOM Jambi menggandeng stakeholder terkait kepada pemerintah kabupaten dan kota se-provinsi jambi seperti DPMPTSP, Dinkes serta Perindag,"ujarnya.

Sesuai tugas dan fungsi Badan POM dalam rangka perlindungan kepada masyarakat terhadap obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan.