-->

BREAKING NEWS

Kaban Bappeda Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka FGD Strategi Pengelolaan SMK Dan Lulusannya Memasuki Dunia Kerja.

Kaban Bappeda Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka FGD Strategi Pengelolaan SMK Dan Lulusannya Memasuki Dunia Kerja.
Foto Inro, Kaban Bappeda Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka FGD.

Jambi,Jambiekspose.net -- Pemerintah Provinsi Jambi melalui Bappeda Provinsi Jambi menggelar kegiatan
Focus Group Discussion (FGD). Strategi pengelolaan SMK dan lulusannya memasuki dunia kerja dan dunia usaha serta melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi Kepala Badan Bappeda Provinsi Jambi, DR. Donny Iskandar,S.Sos.,MT Rabu(11/11/2019) aula kantor Bappeda.

Turut mendampingi Riswandi, Fungsional Analis Kebijakan Madya, Narasumber Direktorat Pembinaan SMK, Dirjen Pendidikan Dasar Dan Menengah Kemendikbud RI, Arfah Laidiah Razik.
Dikatakan oleh Donny Iskandar, bahwa kegiatan FGD ini memiliki arti dan makna yang sangat penting, dalam konteks pemberdayaan lulusan SMK guna dapat bersaing dalam dunia kerja dan dunia usaha.

"Keberadaan lulusan SMK sangat penting artinya untuk mengisi slot kebutuhan pekerja terampil level pertama dunia industri dan dunia usaha,"jelasnya.

Dalam pelayanan dan operasional di pemerintahan membutuhkan lulusan SMK, pengembangan bagi lulusan SMK perlu adanya pencabutan moratorium atau membuka kembali penerimaan calon ASN untuk kebutuhan pelayanan dan operasional seperti pertanian, perikanan, kesehatan.

"Beberapa tahun terakhir pemerintah menggalakkan pembukaan SMK baru dengan jurusan yang beraneka ragam dan target komposisi berbanding SMU 4 : 6.

"Penambahan SMK tahun 2010 jumlah SMK hanya 80 unit, Tahun 2018 jumlahnya sudah mencapai 177 unit sekolah, dengan 89 kompetensi dengan 36 Jurusan kejuruan,"ujarnya.

Dan Provinsì Jambi lulusan SMK ini ternyata sebagai penyumbang pengangguran terbesar dikarenakan beberapa perusahaan tidak menerima lulusan SMK.

Ditambahkan oleh Riswandi, kegiatan FGD ini digelar mencari solusi dari strategi pengelolaan SMK dan lulusannya dalam memasuki dunia kerja dan dunia usaha serta melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Provinsi Jambi penyumbang pengangguran terbesar ada pada Kota Jambi,"jelasnya.

Untuk Kota Jambi sekolah SMK ada sebanyak 36 unit, guru sebanyak 247 orang, murid sebanyak 14.3086 serta rombongan belajar 535.

Kemudian berasal sumber data BPS Provinsì Jambi jurusan SMK ternyata penyumbang pengangguran terbanyak 12.44 persen dari tamatan SD, SMP, SMU.

"Dan lebih miris lagi yang memasuki jenjang lebih tinggi atau masuk perguruan tinggi khususnya Provinsi Jambi Tahun 2019 mengalami penurunan dari tahun 2018, Tahun 2019 ada 465 lebih turun 2018, 522,"katanya.

Presentase mahasiswa baru UNJA asal SMK dari tahun 2013 sampai dengan 2018 berfluktuasi, namun cenderung turun, tertinggi tahun 2016 sebesar 12.29 persen, terendah tahun 2017, 5.72 persen dan data-data 9.73 persen.

Asal SMK yang menjadi karyawan perusahaan PTPN VI ada sebanyak 511 orang, Indo food 76 orang, Hotel Abadi 54 orang, Hotel Ratu 23 orang, PLN UP3 Jambi 24 orang, Sinse Motor Perusahaan Roda 2, 81 orang.(WM012).