-->

BREAKING NEWS

Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Pembangunan Secara Resmi Membuka Workshop Refleksi Dan Strategi Para Pihak Dalam Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Jambi. 

Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Pembangunan Secara Resmi Membuka Workshop Refleksi Dan Strategi Para Pihak Dalam Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Jambi. 
Foto Inro, Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Pembangunan Buka Workshop Refleksi Karhutla 2019.

Jambi  Jambiekspose.net-- Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kehutanan menggelar kegiatan Workshop Refleksi Dan Strategi Para Pihak Dalam Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Jambi.

Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Pembangunan, Apani Saharuddin mewakili Gubernur Jambi berhalangan hadir Selasa(17/12/2019) Grand Hotel Kota Jambi.

Turut mendampingi Mewakili Danrem GAPU 042, Mewakili Polda Jambi, Kalak Provinsì Jambi, Bachyuni Deliansyah, Kepala bidang Taufik Bukhari Kabid Perlindungan Dan KSDA, Donny Osmon, Kasi Kebakaran hutan dan lahan.

Dikatakan Apani Saharuddin, Pemerintah Provinsì Jambi menyambut baik atas kegiatan ini yang dilaksanakan oleh dinas kehutanan dengan mengundang para stakeholder yang terkait pada kebakaran hutan dan lahan.

"Setiap tahun, warga beberapa provinsi di Sumatera dan Kalimantan selalu menderita karena kebakaran hutan dan lahan,"jelasnya.

Penyebab bencana asap telah diketahui dan berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk memadamkan api. Kendati demikian, bencana tersebut selalu berulang dan menjadi hajat tahunan.

 Barangkali sudah tiba saatnya untuk meningkatan pelibatan dan kesiapan masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Penyebab kebakaran lahan dan hutan
Manusia adalah penyebab utama kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Kondisi makin parah karena musim kemarau dan fenomena El Nino yang akan mempermudah dan memperluas penyebaran api serta menyebabkan kabut asap,"katanya.

Oknum-oknum yang membakar hutan dan lahan memiliki motif ekonomi di balik aksinya. Dampak kebakaran lahan dan hutan, asap karena kebakaran hutan dan lahan berdampak pada kesehatan dan ekonomi masyarakat.

"Ribuan warga harus menderita karena udara yang tercemar asap dan hasilnya banyak yang menderita infeksi saluran pernafasan atas. Selain itu, asap yang tebal mengganggu jarak pandang, sehingga warga kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk terjadinya gangguan penerbangan,"ucapnya.

Dari sisi ekonomi, data menunjukkan kerugian sekitar 20 triliun rupiah dalam waktu dua bulan. Selain pada manusia, kebakaran hutan dan lahan juga berdampak pada lingkungan, keanekaragaman hayati dan pemanasan global.

Provinsì Jambi mendapatkan sorotan dari pemerintah pusat dikarenakan masih terdapatnya atau sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Ditambahkan oleh Taufik Bukhari, tujuan dari workshop ini bertujuan menginventarisir pelajaran yang dapat diambil atas Karhutla ditahun 2019.

Kemudian menumbuhkembangkan sinergitas berbagai pihak dalam pengendalian Karhutla.
Merumuskan strategi pencegahan yang dapat dijadikan acuan dalam menghadapi ancaman Karhutla Di masa-masa mendatang.

Peserta ada sebanyak 60 orang terdiri dari utusan UPT Kementerian LHK RI, OPD Lingkup Provinsi Jambi, OPD Pemerintah Kabupaten, LSM Peduli Lingkungan, Perguruan tinggi, serta dunia usaha.(Inro).