-->

BREAKING NEWS

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNJA Secara Resmi Membuka Pleno APSMBI Dan Seminar Nasional, Call For Paper.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNJA Secara Resmi Membuka Pleno APSMBI Dan Seminar Nasional, Call For Paper.
Foto Inro, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNJA Berikan Kata Sambutan Sekaligus Membuka Pleno serta seminar nasional.

Jambi,Jambiekspose.net -- Universitas Jambi melalui program studi manejemen fakultas ekonomi dan bisnis menggelar kegiatan pleno aliansi program studi manajemen dan bisnis Indonesia.

 (Tema dampak digital native terhadap masa depan industri pariwisata Indonesia.

Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Prof. Dr.Ir. H. Zulkifli Alamsyah, M.Sc mewakili Rektor UNJA yang berhalangan hadir Kamis(14/11/2019) Hotel Odua Weston Kota Jambi.

Turut mendampingi Dekan FEB UNJA, Drs. H. Amril.M.E, Ketua Aliansi program studi manajemen dan bisnis Indonesia, Dr. Ulil Hartono,SE.M.E serta para narasumber.

Dikatakan oleh Prof. Dr.Ir. H. Zulkifli Alamsyah, M.Sc, dengan mengambil dampak digital native terhadap masa depan industri pariwisata Indonesia.

"Pimpinan Universitas kita mendukung kegiatan ini terutama dengan berkumpulnya asosiasi program studi manajemen dan bisnis se-indonesia di Jambi ini tentu saja akan menjadi ajang untuk mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan pengembangan perguruan tinggi terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0,"jelasnya.

Kegiatan ini memang bagi pergururan tinggi negeri harus siap cepat dan tepat dalam mengantisipasinya sehingga upaya PTN untuk dapat meningkatkan daya saing lulusan, desain bangsa untuk masa depan.

"Kegiatan ini juga akan bisa kita wujudkan pada acara ini juga dilaksanakan seminar nasional yang terkait dengan pengembangan pariwisata dan ini juga dengan daerah Jambi kita Karena pada saat ini kita memang melalui pemerintah provinsi dan kabupaten ini berupaya untuk mengembangkan pariwisata yang ada,"ujarnya.

Dan yang paling penting sekarang, bagaimana bisa mengelola potensi potensi sumber daya pariwisata yang ada sekarang menjadi objek wisata yang memang ini diminati oleh orang baik di lingkup Jambi di lingkup Indonesia maupun bahkan internasional.

"kuncinya di bawah dengan era digitalisasi ini harus memang mempromosikan melalui media yang digital ini melalui internet dan seterusnya sehingga ini akan memperluas jangkauan promosi kepada pihak luar,"ucapnya.

berharap bahwa sidang pleno akan menghasilkan suatu strategi strategi yang baik bagi program studi manajemen terutama untuk Bagaimana menghadapi era revolusi industri ini terutama mungkin yang paling penting tantangan itu harus dituangkan di dalam rekonstruksi dari kurikulum organisasi maupun dalam perguruan tinggi seluruh Indonesia.

"Sesuai dengan temanya adalah digitalisasi digital native dalam pengembangan pariwisata, Saya mempunyai pengalaman yang cukup baik ketika saya ingin mengunjungi suatu objek wisata maka memang internet menjadi suatu sarana yang baik bagi kita memberikan kesempatan kepada orang untuk memilih melihat memilih objek wisata yang mereka ingin kunjungi melalui internet dengan media Android atau apapun itu kita bisa melihat mana yang lebih pas yang sesuai dengan keinginan kita mengunjungi wisata itu,"katanya.

dari harapan kita dari para peserta yang pertama untuk peserta sidang pleno nanti ada rumusan-rumusan yang konkrit terhadap strategi menghadapi era revolusi industri 4.0 adalah konsumsi kurikulum program studi manajemen untuk pengembangan pariwisata.

Ditambahkan Drs.H. Amril, bahwa era industrialisasi 4.0 ini menjadi tantangan yang harus dihadapi.

"revolusi industri four point Zero itu dicirikan oleh digitalisasi yang semakin pesat, ada 5 teknologi utama paling tidak mendukung di situ di antaranya adalah apa Internet of thing kemudian artificial intelligence kemudian Bagaimana human machine interface terjadi kemudian robotik dan sensor teknologi,"terangnya.

 semua itu menjadi hal-hal yang akan merubah perilaku manusia semuanya yang tentu saja Ini merubah kondisi dan prasarana yang harus disiapkan.

"pertama bagi kita perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan kita yang betul-betul memenuhi daya saing dalam menghadapi era revolusi industri itu kita tidak hanya mengharapkan atau kita tidak hanya harus bangga kalau seandainya kita mampu menghasilkan lulusan dengan IPK yang mendekati angka 4,0 di era revolusi industri maka IPK itu mungkin akan menjadi urutan yang kesekia,"jelasnya.

 kemampuan kompetensi dari lulusan ini akan sangat menentukan bagaimana dia bisa mengejar perkembangan perkembangan teknologi di era revolusi industri ini.

oleh karena itu barangkali Ketika nanti sidang pleno dapat menghadapi tantangan dengan melahirkan terobosan-terobosan atau strategi-strategi.

" yang menurut saya salah satu diantaranya adalah bagaimana mengkonstruksi kurikulum yang relevan terhadap itu perubahan sangat sangat cepat maka tentu saja Kurikulum,"ucapnya.(Inro)