-->

BREAKING NEWS

Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Kemasyarakatan Dan SDM Secara Resmi Membuka Forum Komunikasi Fasilitator Pasar Aman.

Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Kemasyarakatan Dan SDM Secara Resmi Membuka Forum Komunikasi Fasilitator Pasar Aman.
Foto Inro, Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Kemasyarakatan Dan SDM Berikan Kata Sambutan.


Jambi, Jambiekspose.net- - Badan pengawasan obat dan makanan Jambi menggelar kegiatan forum komunikasi pasar aman.

Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh
Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Kemasyarakatan Dan SDM mewakili Gubernur Jambi berhalangan hadir, Drs.H.Ahmad Bastari.M.Pd Kamis(28/11/2019) Hotel Odua Weston Kota Jambi.

Turut mendampingi Kasi Infokom, Marhamah mewakili Kepala BPOM yang berhalangan hadir, Sarino, Staf Infokom.

Dikatakan oleh Ahmad Bastari, atas nama pemerintah Provinsi Jambi menyambut baik dan memberikan apresiasi dengan terlaksananya pertemuan Forum Komunikasi pasar fasilitator pasar aman dari bahan berbahaya ini sebagai sarana untuk saling berbagi informasi dan mendiskusikan masalah yang dihadapi oleh tenaga fasilitator dalam rangka aplikasi dan program pasar aman dari bahan berbahaya.

"pemerintah Provinsi Jambi menyambut baik dengan adanya kegiatan ini karena kegiatan ini bertujuan untuk mendukung terbentuknya replikasi pasar aman bagi bahan berbahaya,"jelasnya.

"pasar tradisional merupakan Tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual dan pembeli secara langsung yang biasanya terdapat proses tawar-menawar, bangunan pasar tradisional biasanya terdiri dari bagian atau gerai dan dan sarana terbuka yang dibuka oleh penjual,"ujarnya.

pada dasarnya dijual macam-macam produk pangan maupun non pangan masakan tradisional yang menjadi tujuan utama masyarakat untuk membeli produk yang dibutuhkan dengan demikian juga kebutuhan sandang pangan dan papan.

"Besar harapan saya melalui kegiatan Forum Komunikasi fasilitator ini agar bertujuan untuk Sharing informasi dan mendiskusikan masalah-masalah yang dihadapi oleh petugas petugas, pengelola Pasar agar dapat melakukan pengawasan terhadap bahan-bahan berbahaya bahan-bahan pangan maupun produk yang lainnya,"ucapnya.

pertemuan Forum Komunikasi komunikasi fasilitator yang hari ini diharapkan nantinya dapat saling mendeskripsikan dan mencari solusi dan masalah yang meliputi untuk pengendalian dan identifikasi pasar tradisional dari bahan berbahaya, identifikasi pedagang pasar dan inventarisasi bahan berbahaya dan pangan yang diduga mengandung zat-zat yang berbahaya.

oleh karena itu saya berharap pertemuan ini agar nantinya bertujuan untuk dapat memberikan perlindungan konsumen berupa penyediaan produk yang aman berkualitas serta edukasi bagi konsumen.

" kepada para peserta forum Komunikasi fasilitator diharapkan dapat bersungguh-sungguh mengikuti acara ini dapat memberikan sumbangan saran agar dapat memfasilitasi pengamatan pasar di daerah kita masing-masing,"katanya.

Ditambahkan Marhamah, para peserta fasilitator keamanan pangan ini sudah mengikuti pelatihan sebelumnya.

"sebagai fasilitator pasar aman dari bahan berbahaya jadi tugas beliau sehari-hari di samping melakukan pengawasan secara umum di pasar juga selaku pangan bagi kami jadi punya ilmu keahlian mampu menguji secara langsung produk-produk yang dijual di pasar tradisional,"ujarnya.

tujuannya adalah supaya pangan yang dijual atau diedarkan yang dikonsumsi masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional di kabupaten kota Provinsi Jambi ini terjamin keamanannya dari bahan berbahaya sebagaimana selama ini.

"Seperti kita mendengar itu ya produk pangan atau mie basah tahu yang mengandung formalin Insya Allah ini sudah kita lakukan secara Dini oleh teman-teman fasilitator ini, jadi mereka sudah memiliki alat yang mampu menguji secara langsung menggunakan test kit di lapangan dan itu memang sudah ilmunya sudah ada kita berikan dan kami percaya,"jelasnya.

Dimana para peserta fasilitator yang dilatih ini ada sebanyak 42 orang, yang dimana kabupaten mengirim tenaga fasilitator pasar aman 1 orang yang paling banyak mengirimkan tenaga fasilitator, Kota Jambi sebanyak 10 orang.

"Kemudian para fasilitator disalah satu Kabupaten di Provinsi Jambi menemukan bahan makanan yang dijual penjual mengandung zat berbahaya, para fasilitator tadi membawa bahan tadi ke BPOM diuji ternyata benar ada bahan berbahaya, kemudian BPOM menanyakan kepada penjual dimana dia dapatkan ternyata bahan makanan tersebut di kirimkan dari luar Provinsi Jambi,"terangnya.

Untuk itulah pada hari Ini BPOM mengundang para fasilitator sebanyak 32 orang yang berasal dari utusan pengelola pasar di 11 kabupaten dan kota se-provinsi jambi mengadakan pertemuan mendengarkan akan keluhan dari fasilitator. (Inro).