-->

BREAKING NEWS

Sekda Provinsì Jambi Secara Resmi Membuka Audensi Percepatan Pendirian Perusahaan Penjamin Kredit Daerah.

Sekda Provinsì Jambi Secara Resmi Membuka Audensi Percepatan Pendirian Perusahaan Penjamin Kredit Daerah.
Foto Inro, Sekda Provinsi Jambi Pimpin Rapat Audensi Perusahaan Perkreditan.

Jambi, Jambiekspose.net --- Perwakilan Otoritas Jasa keuangan Jambi bersama dinas koperasi UMKM Provinsi Jambi menggelar kegiatan audensi percepatan pendirian perusahaan penjamin kredit daerah.

Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh Sekda Provinsi Jambi, H.M.Dianto Kamis(10/10/2019) ruang utama kantor Gubernur Jambi.

Turut mendampingi Kepala Perwakilan OJK Jambi, Endang Suryadi, Direktur pengaturan penelitian dan pengembangan IKNB OJK Pusat, Kepala Dinas Koperasi dan usaha kecil menengah Provinsi Jambi, Hamdan

Dikatakan oleh H.M.Dianto, kami atas nama pemerintah Jambi berterima kasih dengan tim dari pusat dari OJK dari Kementerian Koperasi dan kementerian dalam negeri dan dari Pemda Jawa Barat yang sudah berkenan hadir di bumi Jambi sembilan Lurah pada hari ini.

"Audiensi tentang pembentukan PT. Jamkrida ini sangat penting artinya demi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui usaha kecil, apalagi perkembangan koperasi dan UMKM cukup signifikan dan berdampak langsung terhadap peningkatan keselahteran masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta penyerapan tenaga kerja,"jelasnya.

Penguatan kapasitas melalui UMKM, dengan meningkatkan kemampuan UMKM dalam mengelola keuangan akses keuangan sangat dibutuhkan karena masih terbatasnya akses UMKM dalam pengajuan kredit usaha.

Apalagi tidak adanya agunan dari pelaku UMKM yang memadai sebagai persyaratan kredit, tentu dengan Jamkrida menjadi sangat relevan dan strategis dalam memberikan jaminan bagi koperasi dan UMKM.

"Permodalan merupakan permasalahan utama yang harus dituntaskan agar UMKM ini mampu menjalankan usahanya dengan lancar, terutama untuk memenuhi kebutuhan modal kerja maupun dalam rangka investasi,"ujarnya.

 Kekurangan modal adalah nyata karena walaupun permintaan produk atas usaha UMKM meningkat namun karena modalnya kurang maka UMKM sering kali menolak permintaan akibat tidak dapat memenuhinya.

 Masalah yang terkait dengan modal adalah tidak adanya jaminan ketika UMKM berhubungan dengan perbankan untuk pencairan kredit .

Upaya menanggulangi permasalahan tersebut adalah dibentuknya Perusahaan Penjamin Kredit Daerah (PPKD).

Ditambahkan Endang Nuryadin, Usaha Mikro dan Kecil (UMK) merupakan sektor usaha yang telah terbukti berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di banyak negara, tidak terkecuali di Indonesia.

di tengah besarnya kedudukan strategis yang dimiliki sektor UMK ini, pada kenyataannya masih dihadapkan pada berbagai permasalahan penting, salah satu diantaranya yakni aspek permodalan.

"dimana banyak pelaku di sektor UMK yang mengeluhkan sulitnya mengakses kredit/pembiayaan dari Lembaga Jasa Keuangan formal,"katanya.

Beberapa penyebabnya diantaranya, ketiadaan agunan tambahan, belum memiliki pembukuan/laporan keuangan, manajemen usaha bersifat kekeluargaan, kendala pasokan bahan dan distribusi pemasaran dan minimnya fungsi kemitraan dengan pihak eksternal, serta masih banyak beberapa penyebab lainnya.