-->

BREAKING NEWS

Sekda Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Peta Jalan Revitalisasi SMK.

Sekda Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Peta Jalan Revitalisasi SMK.
Foto Inro, Sekda Provinsi Jambi Berikan Keterangan Pers di dampingi Kabid SMK Dinas Pendidikan dan Kabid Sosbud Bappeda Provinsi Jambi.

Jambi, Jambiekspose.net -- Pemerintah Provinsi Jambi melalui dinas pendidikan bidang SMK menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Peta Jalan Revitalisasi SMK.

Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh Sekda Provinsi Jambi, H.M.Dianto Senin(07/10/2019) Hotel Odua Weston Kota Jambi.

Turut mendampingi Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Bukri, Kabid Sosbud Bappeda Provinsi Jambi, sri hartati.

Dikatakan oleh H.M.Dianto, Dalam rangka implementasi revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016, Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.


" SMK diharapkan dapat menyiapkan peserta didik dengan pengetahuan, kompetensi, teknologi dan seni agar menjadi manusia produktif, maupun bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi terutama menghadapi era industri 4.0,"jelasnya.

Memasuki tahun ke-tiga pelaksanaan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), beberapa capaian positif mulai terlihat.

"Angka Partisipasi Kerja Lulusan Sekolah Menengah (SMA dan SMK) mengalami peningkatan dari 446.101 orang pada Tahun 2016 menjadi 476.339 orang pada Tahun 2018. Seiring dengan meningkatnya Angka Partisipasi Kerja Lulusan Sekolah Menengah pada tahun 2018, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari lulusan SMK setiap tahunnya pun semakin menurun,"urainya.

Kemudian dari Februari 2016 sebesar 8,24% menjadi 7,78% pada Februari 2018. Dan dampak dari revitalisasi SMK memang belum begitu banyak namun berdasarkan data BPS menunjukkan angka yang positif penurunan jumlah pengangguran lulusan SMK.

Untuk menghadapi revolusi industri 4.0, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerapkan bobot struktur kurikulum untuk pendidikan umum sebesar 39,59% meliputi mata pelajaran muatan nasional dan kewilayahan dan bobot sebesar 60,41% untuk peminatan kejuruan.

Beberapa upaya konkrit yang dilakukan Direktorat Pembinaan SMK untuk mendorong mutu pendidikan SMK di era industri 4.0 adalah dengan mengembangkan simulasi komunikasi digital dan merevitalisasi program keahlian SMK.
"Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi akan menyusun Road Map atau peta jalan Revitalisasi SMK di Provinsi Jambi, Road Map ini sangat penting untuk disusun dengan tujuan agar sekolah menengah kejuruan dapat menyediakan tenaga kerja terampil yang siap kerja di berbagai sektor ekonomi seperti pertanian, industri, pariwisata, bahkan ekonomi kreatif,"tegasnya.

Diharapkan keberhasilan revitalisasi SMK ini juga dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja
serta dapat mengurangi permasalahan pengangguran usia produktif di Provinsi Jambi.


Ditambahkan oleh Bukri, ini kita memang sudah dijadwalkan melaksanakan fgd rencana penyusunan roadmap atau jalan revitalisasi SMK Provinsi Jambi memang sejak disahkannya Inpres nomor 9 tahun 2016.

"artinya sudah tahun ketiga sekarang ini revitalisasi SMK Provinsi Jambi ini masih sedang kita kerjakan dan target kita tahun ini selesai,"ujarnya.

 ini akan ada pembagian tugas yang jelas dari berbagai kemudian juga dari berbagai perusahaan yang menjadi untuk pengembangan SMK di provinsi Jambi, sehingga diharapkan nanti memang SMK memang betul-betul berkembang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

" selain bekerja Ini juga kita siapkan untuk melanjutkan pendidikan dan menjadi wirausahawan besar karena kita yang pertama itu belum semua sekolah yang menjalin kerjasama dengan perusahaan perusahaan yang menjadi Mitra kerjanya,"katanya.

kemudian juga kendala yang lain adalah kita memang pengembangan SMK Provinsi Jambi ini masih terkendala dengan jumlah tenaga guru kejuruannya yang masih sangat kurang.

nanti juga kita membuka kerjasama dengan beberapa universitas di Jambi melalui Dikti itu untuk menyiapkan guru-guru kejuruan ini baik itu melalui percepatan atau pembukaan baru yang khusus untuk menghasilkan guru-guru SMK.

" pertama untuk kerjasama ini sekolah harus melakukan dengan perusahaan-perusahaan artinya memang tidak lagi perusahaan-perusahaan lokal saja tetapi juga perusahaan besar nasional dan internasional kemudian selanjutnya nanti mereka akan menjalin kerjasama dalam penyusunan kurikulum SMK itu itu nanti akan di sejajarkan,"tegasnya.