-->

BREAKING NEWS

Plt Kadinkes Kabupaten Muaro Jambi Secara Resmi Membuka Midterm Review Kegiatan Jampersal.

Plt Kadinkes Kabupaten Muaro Jambi Secara Resmi Membuka Midterm Review Kegiatan Jampersal.
Foto Inro, Plt Kadinkes Kabupaten Muaro Jambi Berikan Keterangan Pers.

Jambi,Jambiekspose.net -- Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dalam hal ini melalui dinas kesehatan dalam bidang Kesmas Seksi Kesga dan Gizi masyarakat menggelar kegiatan Midterm riview kegiatan jampersal.

Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh Plt Dinkes Kabupaten Muaro Jambi, Yes Usman,SKM.M.Kes Kamis(31/10/2019) Grand Hotel Kota Jambi.

Turut mendampingi Kasi Kesga Dan Gizi Masyarakat, Yulita Lefni.SKM, Bayu Anggraini, selaku Ketua Panitia.

Dikatakan Yes Isman.SK. M.Kes, Jampersal ini dipergunakan untuk masyarakat Kabupaten Muaro Jambi yang keluarga miskin khususnya bagi ibu hamil maupun kepada bayi yang baru lahir .

"Sebagian besar kematian ibu disebabkan oleh penyebab langsung, pendarahan, infeksi, eklampsia, persalinan lama, abortus, dan komplikasi abortus.
Juga dilatar belakangi oleh rendahnya tingkat sosial ekonomi, tingkat pendidikan, kedudukan dan peran perempuan,"ujarnya.

Dikarenakan masyarakat di Kabupaten Muaro Jambi itu yang miskin sehingga dalam penggunaan untuk anggaran Jampersal ternyata sudah habis.

"Anggaran yang Jampersal dari Kabupaten Muaro Jambi itu sebesar 2.1 Milyar sampai bulan oktober ini sudah tidak ada lagi,"katanya.

Tetapi yang bersalin dilayani dan diurus, kemudian dengan kesulitan dalan anggaran ini harus dievaluasi lagi karena terlalu banyak dirujuk tadi.

"Pemerintah Kabupaten melalui dinas kesehatannya, khususnya bagi bidan-bidan di desa dalam melayani ibu hamil didesa lebih baik dan berkualitas, sehingga ibu-ibu hamil tidak banyak dirujuk ke rumah sakit karena sudah ada penanganan dsri bidan tadi,"imbuhnya.

Angka kematian ibu dan bayi mengalami penurunan dari, kematian ibu tahun 2018 ada 6(enam) orang tahun 2019 sampai dengan bulan oktober hanya 2 orang. Sedangkan  kematian bayi tahun 2018 ada 24 orang, tahun 2019 ini ada 8 bayi yang meninggal.

Bagi Pemerintah Kabupaten dengan melalui dinas kesehatan bagi masyarakat miskin yang tidak mempunyai BPJS Kesehatan terutama tenaga bidan dengan melakukan persalinan normal
Ada 2(dua) faktor yang tidak menguntungkan, pertama, tiga terlambat, terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, dan terlambat mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.
Kedua, empat terlalu, terlalu muda melahirkan, terlalu sering melahirkan.

Ditambahkan Yulita Lefni, mengingat penyebab dan latar belakang kematian ibu yang sangat kompleks dan menyangkut bidang-bidang yang ditangani oleh banyak sektor baik dilingkungan pemerintah maupun swasta.

"Maka upaya percepatan penurunan AKI memerlukan penanganan yang menyeluruh terhadap masalah yang ada dengan melibatkan sektor terkait khususnya bagi ibu hamil, ibu bersalin, ibu migas dan bayi baru lahir dari keluarga kurang mampu,"jelasnya.

Tujuan kegiatan ini, meningkatkan akses pelayanan bagi ibu hamil serta bayi baru lahir ke fasilitas pelayanan kesehatan yang kompeten, kemudian meningkatkan jumlah persalinan di fasilitas kesehatan serta menurunkan kasus komplikasi pada ibu hamil, bersalin dan migas serta bayi baru lahir.

"Bagi pemerintah Kabupaten Muaro Jambi telah memiliki Rumah Tunggu Kelahiran ini diberikan berbagai pelayanan kesehatan, seperti pemeriksaan ibu hamil dan tempat tinggal bagi ibu yang akan melahirkan, agar tidak repot bolak balik rumah – pukesmas,” ujarnya.

Rumah tunggu kelahiran ini telah diresmikan oleh Ibu Bupati, Masnah Busro. pelayanan di Rumah Tunggu Kelahiran ini tidak dipungut biaya. Semua gratis. Jam operasionalnya juga full 24 jam dan dilengkapi fasilitas tempat tidur bagi ibu-ibu yang sedang menunggu persalinan.

“Rumah Tunggu Kelahiran ini tersebar di 10 wilayah, yakni Sengeti, Sungai Bahar, Simpang Sungai Duren, Sungai Gelam, Jambi Kecil, Sungai Bahar VII, Tempino, Muara Kumpeh dan Tanjung Tangkit.

Bagi kegiatan Jampersal ini Dinas kesehatan Kabupaten Muaro Jambi telah bekerjasama
22 puskesmas, 3 RS daerah Muaro Jambi, serta 7 Rumah Sakit yang ada kerjasama Jampersal, RS. Rd. Mataher, RS. Mayang Medical Center, RS. Royal Prima, Rs. Annisa, Rs Erni Medika, Rs. Bhayangkara, Rs. Abdul Manap.

Dijelaskan Bayu Anggraini, peserta pertemuan midterm review kegiatan Jampersal ini ada sebanyak 30 orang. Dan kegiatan ini dilaksanakan selama 1(satu) hari.(Inro).