-->

BREAKING NEWS

Kaper BKKBN Provinsì Jambi Secara Resmi Membuka Seminar Hasil SDKI 2017.

Kaper BKKBN Provinsì Jambi Secara Resmi Membuka Seminar Hasil SDKI 2017.
Foto Inro, Kaban BKKBN Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka Seminar SDKI 2017.

Jambi,Jambiekspose.net  -- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Perwakila Provinsi Jambi menggelar kegiatan seminar hasil SDKI 2017.

Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Perwakilan BKKN Provinsi, Mukhtar Bakti.SH.MA Selasa(08/10/2019) Hotel Aston Convention center Kota Jambi.

Turut mendampingi LD Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Dra. Omas Bulan Samosir.PhD, Pantun Bukit Dari Perguruan Tinggi UNBARI, DRA SRIBANUN saragih

Dikatakan oleh Mukhtar Bakti, SDKI ini disampaikan ada 8(delapan) dan tahun terakhir 2017 yang dilakukan oleh BPS dari Pusat Statistik.

"SDKI 2017 menyediakan gambaran menyeluruh tentang kondisi terkini mengenai kependudukan, keluarga berencana (KB), kesehatan reproduksi, dan kesehatan ibu dan anak di Indonesia,"jelasnya.

Tujuan utama SDKI 2017, menyediakan estimasi terbaru indikator demografi dan kesehatan.

"Target responden SDKI 2017, wanita umur 15-49 tahun, pria kawin/hidup bersama umur 15-54 tahun, dan remaja pria berstatus belum kawin umur 15-24 tahun,"ucapnya.

 Survei ini menghimpun informasi mengenai latar belakang sosial-ekonomi, fertilitas, kontrasepsi, kehamilan dan pemeriksaan sesudah melahirkan, imunisasi anak, kesehatan dan gizi anak, perkawinan dan kegiatan sosial, preferensi fertilitas, HIV AIDS, dan isu kesehatan lainnya.
Hasil SDKI 2017 diharapkan dapat menjadi rujukan dalam melakukan evaluasi pencapaian program kependudukan, keluarga berencana, dan kesehatan serta menjadi dasar dalam penyusunan RPJMN periode 2020-2024.

Rencana pembangunan tersebut akan menentukan arah pembangunan, dan juga kesejahteraan masyarakat Indonesia, dalam 5 tahun mendatang.
Data-data dalam SDKI Tahun 2017 telah memperlihatkan kemajuan-kemajuan yang dicapai program keluarga berencana (KB) dalam 5 tahun terakhir dan kontribusinya terhadap situasi transisi demografi di Indonesia.
"Data hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2017, Angka fertilitas total untuk periode 3 tahun sebelum survei adalah 2,3 anak per wanita. Angka fertilitas total di daerah perkotaan lebih rendah yaitu 1,9 anak dibandingkan daerah perdesaan yaitu 2,4 anak. Sedangkan angka fertilitas remaja, sebanyak 10,9 persen wanita umur 15-19 tahun sudah pernah melahirkan atau sedang hamil anak pertama,"katanya.
Akan tetapi, masih terdapat sasaran yang perlu menjadi perhatian kita bersama, karena belum sesuai dengan target yang ditetapkan. Dari Indikator Keluarga Berencana, data SDKI Tahun 2017 menunjukkan bahwa 69,7 persen wanita kawin umur 15-49 menggunakan suatu alat/cara KB, 63,5 persen memakai alat/cara KB modern dan 6,2 persen memakai alat/cara KB tradisional.
Namun Pemakaian metode jangka panjang hanya 11,7 persen wanita kawin yang memakai metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang terdiri dari IUD, implant, dan MOW, kalau kita bandingkan dengan sedangkan target Sasaran Program Bidang Kependudukan dan KB RPJMN Tahun 2019, kita masih punya pekerjaan meningkatkan PA MKJP ke angka 23,5 persen.
Selain itu pekerjaan rumah yang sangat besar yaitu menurunkan Tingkat Putus pakai alat/cara KB di Provinsi Jambi. Dimana, sebanyak 50,9 persen pemakaian alat/cara KB (suntik dan pil) dihentikan dalam waktu 12 bulan.

Ditambah Sri Namun Saragih, SDKI, sampel survei nasional yang dirancang untuk mengumpulkan informasi mengenai tingkat kelahiran, kematian, keluarga berencana dan kesehatan.

Tujuan SDKI, Menyediakan data base untuk pengelola program, pengambil kebijakan, dan peneliti, mengenai fertilitas, KB dan kesehatan, pada tingkat provinsi & nasional yang terbandingkan secara internasional. Memantau secara berkala perubahan kelahiran, kematian, keadaan kesehatan dan pemakaian alat/cara KB.
"Tujuan kegiatan Seminar Hasil SDKI 2017,
Evaluasi terhadap pencapaian pembangunan bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Provinsi Jambi. Pemanfaatan Hasil SDKI 2017 oleh para pengguna kebijakan baik di BKKBN maupun di instansi kementerian/lembaga dalam penyusunan perencanaan dan strategi mencapai sasaran yang telah ditetapkan,"terangnya.
Peserta berjumlah 120 orang yang terdiri dari mitra Lintas Sektor, Mitra Perguruan Tinggi, Dinas/Instansi terkait, Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi dan Penyuluh KB.

Narasumber kegiatan yaitu ibu Dra. Omas Bulan Samosir, PhD dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia . (Inro).