-->

BREAKING NEWS

Walikota Jambi Bagi Masker Usai Pimpin Rapat Antisipasi Dampak Kabut Asap Kepada Kepsek SD dan SMP Swasta Se-Kota Jambi .

Walikota Jambi Bagi Masker Usai Pimpin Rapat Antisipasi Dampak Kabut Asap Kepada Kepsek SD dan SMP Swasta Se-Kota Jambi .
Foto Inro, Walikota Jambi Berikan Masker Kepada Kepala Sekolah Swasta.

Jambi,Jambiekspose.net--- bertempat di aula mayang griya rumah dinas Walikota Jambi, Syarif Fasha Rabu(11/09/2019) pimpin rapat antisipasi dampak kabut asap serta mengundang kepala sekolah dari SD dan SMP Swasta Se-Kota Jambi.

Turut mendampingi Kemenag Kota Jambi, H. Rusli, Dinkes Kota Jambi, Ida Yuliarti, Kepala DLH Kota Jambi, Ardi.

Dikatakan oleh Syarif Fasha, dengan kondisi udara yang fluktuasi dan juga terkait dengan kebijakan kami untuk meliburkan dan mengurangi jam belajar sekolah.

"karena ada beberapa sekolah yang disinyalir masih memaksakan siswanya masuk sekolah juga akan dikumpulkan Kenapa kebijakan ini diambil,"jelasnya.

dengan berbagai pertimbangan dan alasan tadi juga kami minta Dinas Kesehatan menyampaikan terkait dengan dampak apabila terpapar atau tercium asap.

"misalnya masalah ISPA dan lain sebagainya tadi juga kami minta Dinas Lingkungan Hidup untuk menyampaikan Bagaimana kondisi kualitas udara,"ujarnya.

dan bagaimana kebijakan pemerintah pada saat mengambil kebijakan memutuskan untuk menimbulkan atau melalui apa mengurangi jam belajar itu.

"dengan data-data yang disajikan oleh dinas lingkungan hidup kami sampaikan kepada seluruh kepala sekolah atas kebijakan ini dan kebijakan ini juga harus diterapkan karena kami yang bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat, kami yang bertanggung jawab terhadap kesehatan anak-anak kita, tidak ingin korban ispa,"tegasnya.

seperti kejadian 2015 yang lebih dari 100000 kasus ISPA yang ada di kota Jambi ini untuk itu kami akan berupaya maksimal untuk meminimalisir.

Pemerintah Kota Jambi kami harapkan ada kerjasama dengan pihak pihak swasta untuk tidak memaksakan kehendaknya apabila kualitas udara sudah berbahaya tapi masih ada juga sekolah yang memaksakan kehendaknya maka kami akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan otoritas kewenangan yang dimiliki.

"Kenapa Pemerintah Kota Jambi meliburkan anak sekolah, pertama, pemerintah kota selaku pimpinan daerah minta masukan kepada dinas terkait seperti, dinas kesehatan kota kemudian dinas lingkungan hidup,"katanya.

Dikatakan oleh dinas kesehatan, bahwa anak usia dibawah 12 tahun seperti TK.PAUD, anak sekolah kelas 1.2.3.4 sangatlah rentan terhadap debu dari dampak kebakaran Karhutla ini,"tegasnya.

Sebab anak seusia tersebut pertumbuhan akan paru-parunya masih sangat kecil, sehingga bisa menimbulkan penyakit ispa.

Ditambahkan oleh Ida Yuliarti, pemerintah kota jambi telah mensiagakan semua puskesmas Kesehatan terdekat, Puskesmas klinik.

"Penderita ispa untuk kota jambi mengalami lonjakan sudah mencapai dari 11.000 hinggga 19.000, diakhir bulan agustus sudah 12.000,"urainya.