-->

BREAKING NEWS

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Membuka Workshop Pengendalian Kerusakan Perairan Darat

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Membuka Workshop Pengendalian Kerusakan Perairan Darat
Foto Inro, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Secara Resmi Membuka Workshop PKPD DASHL Batanghari.

Jambi, Jambiekspose.net --Kementerian Kehutanan dan Lingkungan hidup melalui Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Batanghari Provinsi Jambi menggelar kegiatan workshop pengelolaan kerusakan perairan darat (PKPD).

Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra mewakili Gubernur Jambi berhalangan hadir, Arpani Sahaludin, Kamis(21/08/2019) Hotel Swisbel Kota Jambi.

Turut mendampingi Direktur PKPD, Direktur PKPD Sakti Hadengganan, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, M.Sidik, Kepala BPDAS dan Hutan Lindung Batanghari, Sakhid.SP.M.M.

Dikatakannya oleh Apani Sahaludin, tugas dan fungsi kegiatan ini merupakan suatu proses untuk memperoleh dan menyelesaikan pekerjaan tertentu dengan cara gotong royong.

"Kegiatan ini diharapkan membangun secara baik sehingga setiap orang dapat berperan aktif sesuai dengan kemampuan dan keahliannya dalam perbaikan kita masing-masing melaksanakan apa yang menjadi tugas kita,"jelasnya.

Dilanjutkannya, dalam menyampaikan bahwa pemegang izin berbasis lahan memegang peranan penting dalam pengendalian kerusakan perairan darat.

cara pengendalian kerusakan perairan darat melalui public private Partnership dan imbal jasa lingkungan dengan mengambil tema membudayakan urun daya dalam gerakan nasional pemulihan daerah aliran sungai.

Peranan pemegang izin khususnya konsesi kawasan hutan dapat berperan dalam memanen air hujan, baik melalui sipil teknis maupun vegetatif.

Hal tersebut dilakukan dengan mengendalikan agar daerah tangkapan air menjadi baik, sehingga infiltrasi air hujan ke dalam tanah tinggi, dan aliran permukaan menjadi rendah.


Foto Inro, Direktur PKPD,Sakti Hadengganan Berikan Materi Dan Kepala BPDASHL Provinsi Jambi Berikan  Laporan Kegiatan Workshop.

Ditambahkan oleh Sakti Hadengganan, bahwa kewajiban ini bisa dijabarkan, dan disusun menjadi kriteria-indikator, sebagai syarat pelaku usaha khususnya pemegang konsesi, guna mendapatkan sertifikat pengelolaan hutan lestari.

" maksudnya apa air itu, air itu merupakan sumber kehidupan, bila air itu terganggu ketersediaannya maka kehidupan air akan terganggu seperti pangan terganggu, energi terganggu kehidupan kita nggak bisa hidup tanpa air,"urainya.

Indonesia khususnya Provinsì Jambi merupakan sebagai negara tropik air itu dari hujan, air itu Sebenarnya cukup tapi karena kesalahan kesalahan manajemen penggunaan lahan di Das banyak air yang terbuang percuma berupa banjir ke laut .

“Prinsipnya, perspektif atau cara pandang pelaku usaha tidak hanya lingkup sempit pada areal yang dikelolanya, tetapi harus memandang lingkungan yang lebih lebih luas, minimal perspektifnya satu wilayah Daerah Aliran Sungai,” ujar sakti

Ditambahkan oleh Sakhid, kegiatan dsri workshop ini untuk menjaring dan gagasan daripada pihak agar dapat meningkatkan semangat untuk melakukan urun daya dalam pemulihan daerah aliran sungai (DAS).

Kemudian memberikan pemahaman tentang gerakan urun daya pemulihan DAS, memberikan arti penting pemulihan bagi DAS untuk masyarakat sejahtera.

" Hasil dsri workshop ini dapat memberikan manfaat seperti lembaga terkait pada fungsi dan kinerjanya, Serta Pemerintah daerah dapat meningkatkan akan kesejahteraan masyarakat agar dapat meningkatkan produktivitas berbasis kelestarian sumber air,"katanya.

Workshop ini mendatangkan narasumber dari Direktur pengendalian kerusakan perairan darat (PKPD), Ditjen PDASHL, KLHK, Asdep pelestarian lingkungan hidup, Deputi III Kementerian koordinator bidang perekonomian, Bappeda Provinsi Jambi.

Peserta yang mengikuti kegiatan PKPD ini ada sebanyak 100 orang dan dilaksanakan selama 2(dua) hari.(Inro).