-->

BREAKING NEWS

Staf Ahli Bappeda Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka Bimtek Inventarisasi Gas Rumah kaca Kota Jambi

Staf Ahli Bappeda Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka Bimtek Inventarisasi Gas Rumah kaca Kota Jambi
Foto Inro, Staf Ahli Bappeda Provinsi Jambi Secara Resmi Membuka Buka Bimtek Inventarisasi Gas Rumah Kaca Kota Jambi.

Jambi,Jambiekspose.net  -- Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan balai pengendalian perubahan iklim dan kebakaran hutan dan lahan wilayah Sumatera berkerjasama dengan dinas lingkungan hidup Provinsi Jambi dan Bappeda Provinsi Jambi mengadakan bimbingan teknis inventarisasi gas rumah kaca Kota Jambi.


Hal ini ditandai dengan dibuka secara resmi oleh Staf ahli Bappeda Provinsi Jambi, Ir. Yadi Sukmayadi Selasa(23/07/2019) Hotel Aston Kota Jambi.

Turut mendampingi Ratna Sari,SH.MSi, Kasubdit IGRK Non Lahan Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan Direktorat Jenderal  pengendalian perubahan iklim balai pengendalian perubahan iklim hutan dan lahan wikayah Sumatera, syamsudin.SP, Aksi Perubahan Iklim Balai PPIKHL Wilayah Sumatera.

Dikatakan Yedi Sukmayadi, bahwa kegiatan bintek seperti yang diadakan sekarang ini sudah berjalan dari Januari yang saya ikuti.

"Tapi sebelumnya sudah yang ke-16, dari bulan Desember harus sudah selesai kita menyusun kegiatan yang dilaksanakan selama 5 tahun kedepan,"ujarnya.

"Bagi Provinsi Jambi Kegiatan yang dilaksanakan oleh kementerian kehutanan yang sudah dilaksanakan di Jambi di pertemuan ini sudah yang Kalau tidak salah Sudah yang ke-10 kali,"terangnya lagi.

Kegiatan seperti ini sudah ada bagian masing-masing bidang seperti kegiatan ada yang diperencanaan, pengamanan serta untuk pendanaan.

Kemudian untuk hibah mendapatkan pantauan dari Negara pendonor dalam jangan sampai karbon otu hilang akibat segelintir oknum yang merusaka akan keberadaan hutan dan sekitarnya.

"negara pendonor tersebut akan memberikan dana hibah sebesar 80 juta itu kalau sudah kita melaksanakan kegiatan 5 tahun untuk menahan supaya karbon tidak lepas, tugas kita yang ini hanya menahan supaya tidak lepas tidak terbang saat tidak terbang di hutan-hutan yang ada imbalan dari sebesar 80 juta US dollar,"tegasnya.

Kemudian di Indonesia hanya hanya 2 Kabupaten 2 Provinsi yang ditunjuk oleh bank dunia yaitu, Kalimantan timur dengan Jambi.

Ditambahkan oleh Ratna Sari, Program BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscape (BloCF.ISFL) merupakan program fasilitas multilateral yang didukung oleh pemerintah negara donor dan dikelola oleh World Bank.

"Pelaksanaan Program BioCF ISFL di Indonesia difokuskan di Provinsi Jambi dari program ini adalah bagaimana mengelola ekspansi pertanian lainnya untuk meminimalisir kehilangan hutan dan emisi GRK (gas rumah kaca),"ujarnya.

Untuk mengetahui besaran capaian penurunan emisi GRK sebagai tolok ukurnya. Pencapaian performance dari penurunan emisi baseline bias dilihat dari data aktivitas yang terdokumentasi secara konsiste dan akurat.

saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengendallan Perubahan Iklim tela menyusun sebuah Sistem Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional yang Sederhana, Mudah Akurat, Ringkas dan Transparan atau lebih dikenal dengan sebutan SIGN SMART.

"SIGN SMART ini disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengelolaan data inventar GRK dengan menggunakan aplikasi sistem informasi teknologi berbasis website Aplikasi SIGN SMART menampilkan data dan informasi status, tingkat dan kecenderungan penurunan atau peningkatan emisi gas rumah kaca dari basis lahan dan non lahan yang terbagi menjadi beberapa sektor antara lain sektor kehutanan, pertania proses industri dan penggunaan produk (IPPU), energi, limbah, dan penggunaan laha lainnnya di seluruh wilayah Indonesia. Dengan telah beroperasinya SIGN SMART, program One Data Policy khususnya penghitungan emisi GRK nasional dapat dikelola secara terpusat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,"urainya.

Kegiatan ini diikuti peserta sebanyak 60 orang yang terdiri dari instansi terkait seperti lingkungan hidup kabupaten dan kota se-provinsi jambi, serta dilaksanakan selama 3(tiga) hari.(Inro).