-->

BREAKING NEWS

Samsat Kota Jambi Gandeng Ditlantas Dan Jasa Raharja Adakan Razia gabungan Terhadap Pelanggar Pajak Kendaraan Bermotor Dan Plat Luar Jambi.

Samsat Kota Jambi Gandeng Ditlantas Dan Jasa Raharja Adakan Razia gabungan Terhadap Pelanggar Pajak Kendaraan Bermotor Dan Plat Luar Jambi.
Foto Inro,  Kepala UPTD Samsat Kota Jambi Berikan  Keterangan Usai Razia Gabungan.

Jambi, Jambiekspose.net  --Samsat Kota Jambi menggelar razia gabungan menggandeng Ditlantas Kota Jambi dan PT. Jasa Raharja terhadap pengguna kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat melihat akan pajak serta kendaraan yang menggunakan plat nomor bukan jambi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala UPTD Pengelolaan Pendapatan daerah Samsat Kota Jambi, M. Ariansyah Selasa(30/07/2019) di Hotel Ratu Kota Jambi.

Dalam memantau serta memberikan adanya sosialisasi bahwa kepada masyarakat bahwa pemerintah daerah Provinsi Jambi telah melakukan adanya pemutihan bagi kendaraan roda dua maupun kendaraan selain roda dua.

Untuk itulah samsat kota jambi menggelar kegiatan berupa razia gabungan bersama dengan menggandeng pihak kepolisian  juga jasa raharja.

"Razia yang digelar ini sudah sering dilaksanakan gunanya untuk memeriksa akan kelengkapan dari si pemilik kendaraan berupa, surat-surat seperti stnk, sim,"terangnya.

Juga memeriksa pemilik kendaraan akan pajak kendaraan bermotonya sudah bayar atau belum, kalau belum maka diarahkan terhadap petugas untuk segera melunaskan akan pajak kendaraannya.

"Bila si pemilik tidak mempunyai sim, maka diarahkan kepada pihak kepolisian yang turut membantu akan razia gabungan tersebut"ujarnya.

Kegiatan razia ini dilaksanakan selama  1(satu) hari dan dilaksanakan dalam dua tempat, pertama di Hotel Ratu di Jalan slamet riyadi dan kedua dilaksanakan di Jalan jenderal sudirman tepatnya di makam pahlawan.

Dari hasil razia ini didapatkan adanya pelanggaran pada kendaraan roda empat Berplat luar jambi ada sebanyak 28 unit, Kendaraan roda empat yang kendaraannya mati pajak 2 unit, untuk roda dua hanya 1 unit sehingga totalnya 31 unit , kemudian akibat pelanggaran dinilai polisi ada sebanyak total 4 unit, dua unit roda dua dan dua unit untuk roda empat.