-->

BREAKING NEWS

Staf ahli  Kemasyarakatan SDM Membuka Konsultasi Publik Renstra Konservasi Harimau Sumatera Region Sumbagsel.

Staf ahli  Kemasyarakatan SDM Membuka Konsultasi Publik Renstra Konservasi Harimau Sumatera Region Sumbagsel.
Foto Inro, Staf Ahli Gubernur Jambi Konsultasi Publik Renstra Konservasi Harimau Sumatera Region Sumbagsel.

Jambi, Jambiekspose.net --bertempat di Hotel BW LUXURY Kota Kementerian KLHK melalui Direktur  Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) menggelar kegiatan berupa Konsultasi publik strategi dan rencana aksi konservasi harimau sumatera region Sumbagsel.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan SDM, Drs.H. Akhmad  Bastari. MPd, mewakili Gubernur Jambi berhalangan hadir Kamis(02/05/2019).

Turut Mendampingi Direktur KKH, Drh.Indra Eksploitasia, Kepala BKSDA Provinsi Jambi, Rahmad Saleh.

Dikatakan oleh Akhmad Bastari, Studi terakhir menunjukkan bahwa Harimau sumatera masih dapat dijumpai di 27 habitat yang tersebar dari Aceh sampai dengan Lampung.

"Dengan 6 bentang alam prioritas harimau sumatera yang ditetapkan oleh Kementerian LHK Di dalam keenam bentang alam tersebut KLHK menetapkan target peningkatan populasi harimau sumatera menjadi dua kali lipat pada tahun 2022 dan
mencanangkan peningkatan ukuran populasi hingga
10% pada tahun 2019 pada empat taman nasional, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Kerinci Seblat, Berbak Sembilang dan Bukit Barisan Selatan,"jelasnya.

Berbagai upaya konservasi harimau sumatera dan habitatnya telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia beserta para mitra kerjanya, diantaranya adalah dengan membentuk Tim Koordinasi Penaggulangan Konflik Satwa dan Manusia melalui keputusan Gubernur.

"Pada Tahun 2007 menjadi tonggak sejarah baru upaya konservasi harimau sumatera dengan dibuatnya Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Harimau Sumatera (STRAKOHAS). Dokumen ini dijadikan panduan dan komitmen para pihak termasuk praktisi konservasi harimau sumatera baik pemerintah, LSM lokal dan LSM internasional dalam upaya penyelamatan sub spesies harimau terakhir Indonesia ini,"ucapnya.

Komitmen pemerintah dalam mengupayakan perlindungan dan pelestarian harimau sumatera tertuang melalui Peraturan Menteri Kehutanan PermenHut) No P42Merhut-UI/
2007 tentang STRAKOHAS 2007-2017 SPAK Harimau Sumarera ini juga meupakan jembatan  antara srateg konservasi in-situ maupun ex-situ.
Foto Inro,  Peserta Berfoto Bersama

Ditambahkan Indra Eksploitasia, seperti kita ketahui bahwa harimau Sumatera adalah merupakan salah satu spesies endemik yang ada di Indonesia terutama di Sumatera yang merupakan satu dari 25 spesies  yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

"dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai salah satu spesies prioritas yang perlu diselamatkan dari mukw bumi ini, kita tahu bahwa beberapa spesies Harimau yang ada di Indonesia dua diantaranya harimau Jawa dan harimau bali sudah dinyatakan punah tinggal harimau sumatera, "Jelasnya.

"bahwa kita ketahui bahwa harimau jawa akhir-akhir ini juga mendapatkan pemberitaan bahwa ditemukan di beberapa lokasi hutan jawa, untuk itu kami juga ingin berbagi informasi di sini bisa menemukan kembali spesies harimau jawa ini merupakan tantangan bagi akademisi untuk bisa mengkonfirmasi kebenaran dari informasi-informasi yang sekarang beredar saat ini,"ucapnya.

apabila Memang benar bahwa harimau jawa masih ada ini merupakan suatu prestasi luar biasa bagi bangsa Indonesia bahwa kita mampu untuk mempertahankan spesies tersebut dan kita untuk bisa membuktikan bahwa spesies tersebut tidak punah.

"tapi apabila informasi ini tidak benar Kita juga harus bisa membuktikan kepada masyarakat internasional bahwa apa yang ditemukan oleh teman-teman yang ada di lapangan di hutan Jawa itu harus bisa kita buktikan secara ilmiah untuk itulah bahwa strategi rencana aksi konservasi harimau sumatera ini menjadi sangat penting bagi kita,"terangnya.

strategi rencana aksi konservasi tahun 2007 hingga tahun 2016 dari beberapa pihak yang mengadakan survei populasi yang disebut dengan pemantauan sebagai populasi untuk harimau sumatera hasil inilah yang kemudian akan kita menjadikan dasar untuk Menyusun kebijakan.

"bagaimana kita akan menyelamatkan harimau sumatera ini di insitu di habitat alaminya dan kemudian Bagaimana konservasi eksitu di luar habitatnya bisa untuk mendukung populasi yang ada di insitu atau yang kita sebut dengan eksitu atau insitu Bagaimana populasi harimau di lembaga lembaga konservasi mampu untuk mendukung konservasi yang ada di situ staf ahli perlu kami sampaikan bahwa permasalahan kami disini adalah terkait dengan masalah ruang jadi peran pemerintah daerah ini yang sangat penting bagi kami,"tegasnya.

Kegiatan ini juga atas kerjasama KLHK , Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Forum Harimau Kita, ZSL, FFI, WCS, WWF, Yayasan Sintas, Sumatera Tiger Project, GEF UNDP. (Inro).