-->

BREAKING NEWS

Pembangunan Jalan Flyover Tugu Juang Kota Jambi Dibatalkan Dan Diusulkan Ke Kementerian PUPR

Pembangunan Jalan Flyover Tugu Juang Kota Jambi Dibatalkan Dan Diusulkan Ke Kementerian PUPR

Foto Inro, Kadis PUPR Provinsi Jambi

Jambi-- Wacana Proyek pembangunan jalan layang (fly over) di Kota Jambi yang diperkirakan menelan dana sekitar Rp 105 miliar dipastikan batal dan kini diusulkan ke Kementerian PUPR. 

Kegiatan proyek pembangunan fly over akan menyedot anggaran dari dana APBD Provinsi Jambi yang terbatas, keterbatasan akan dana tersebut menjadi salah satu penyebab ditundanya proyek pembangunan jalan layang Simpang Tugu Juang-Simpang Mayang Kota Jambi yang sudah dirancang sejak tahun 2013 tersebut.

Proyek pembangunan jalan layang Simpang Tugu Juang-Simpang Mayang Kota Jambi batal akibat belum definitifnya jabatan Gubernur Jambi.

Dikatakan oleh H. M Dianto, Proyek jalan layang tersebut juga dibatalkan tahun 2018 terkait dampak fluktuasi harga rupiah dengan dolar Amerika Serikat (AS).

Dijelaskannya lagi, proyek jalan layang di Kota Jambi harus dibahas ulang oleh Badan Anggaran (Banggar) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan DPRD Provinsi Jambi.

Pembahasan tersebut penting untuk mengubah anggaran yang sebelumnya sudah ditetapkan. Perubahan anggaran tersebut harus dilakukan untuk menyesuaikan nilai kontrak dengan kurs rupiah dengan dolar AS.


“Kekurangan itu tidak bisa langsung diajukan ke DPRD karena nilai proyek jalan layang sudah diteken Gubernur Jambi, Zumi Zola. Nilai kontrak baru tidak bisa dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi saat ini,”katanya.

Gubernur Jambi yang hingga kini masih dipangku Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar juga turut mempengaruhi dibatalkannya pembangunan jalan layang di Kota Jambi tersebut. 

Status Gubernur Jambi tersebut membuat Fachrori Umar tidak memiliki wewenang melakukan persetujuan mengenai perubahan nilai kontrak proyek yang sebelumnya diteken Gubernur Jambi (nonaktif), Zumi Zola yang kini menjalani proses hukum terkait suap APBD Provinsi Jambi 2018 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Anggaran pembangunan jalan layang tersebut untuk tahap pertama sudah disediakan dalam APBD Provinsi Jambi 2018 sekitar Rp 50 miliar. Pembangunan jalan layang menelan dana sekitar Rp 105 miliar tersebut sedianya rampung selama 700 hari kerja atau dua tahun.

“Kami berharap pembahasan mengenai perubahan anggaran pembangunan jalan layang tersebut dapat dilakukan tahun depan. Dengan demikian pembangunan jalan layang tersebut dapat dimulai tahun depan,”katanya.

Menurut HM Dianto, desain atau rencana proyek pembangunan jalan layang di Kota Jambi tersebut sudah rampung sejak dua tahun lalu. Jadi proyek tersebut tinggal menunggu anggaran yang pasti. Anggaran itu bukan hanya untuk pengadaan material proyek dan upah, tetapi juga untuk perubahan nilai pembebasan lahan.

Sementara itu, Kepada Dinas PUPR Provinsi Jambi, Muhammad Fauzi mengatakan, pembangunan jalan layng di Kota Jambi diupayakan bisa direalisasikan tahun 2019 dan rampung tahun 2020. Semua syarat administrasi megaproyek di Kota Jambi sudah selesai dan tinggal menunggu persetujuan Gubernur Jambi definitif.

“Kami sudah menganggarkan dana sekitar Rp 50 miliar untuk pembangunan tahap awal jalan layang tersebut meter tahun 2018. Kalau Gubernur Jambi setuju, pembangunan jalan layang tersebut sudah bisa dimulai tahun 2019,” ujarnya.

Dijelaskan, pembangunan jalan layang di Kota Jambi itu menjadi salah satu prioritas untuk mengatasi kemacetan total jalur Kota Jambi – Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Simpang Rimbo, Kota Jambi. Jalan layang itu juga akan mampu mengatasi kemacetan total dari kawasan kantor Gubernur Jambi dan pusat Kota Jambi menuju permukiman padat di Mayang dan Alam Barajo

Pernyataan ini dijelaskan Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, Ir M Fauzi MT saat ditanya usai w pelantik dan mengukuhkan 421 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, Rabu (20/2/2019).

Menurut M Fauzi, pembangunan jalan fly over Simpang Tugu Juang sampai Simpang STM Mayang Atas Kota Jambi tidak dapat dibangun menggunakan APBD Provinsi Jambi karena anggaran terbatas.

"Kini proyek flyover ini diusulkan ke Kementerian PUPR dengan merubah Detail Engineering Design atau Bestek Gambar Detail Proyek, "jelasnya.

Proyek pembangunan jalan layang yang dananya Rp 50 M sudah dianggarkan tahun 2018 belum dimulai hingga Februari 2019 dengan alasan Gubernur Jambi belum devinitif.